Jakarta — Di balik gemerlap kemajuan teknologi, generasi muda Indonesia dihadapkan pada ancaman yang tak kasat mata. Judi online, pinjaman ilegal, dan narkoba menyusup perlahan, menjebak tanpa pandang latar belakang. Fenomena inilah yang mendorong Sapala Consultant dan Taradipa & Partners Law Firm untuk melangkah lebih jauh dari sekadar profesi.
Di penghujung 2025, kedua pihak bertemu dalam sebuah forum diskusi sederhana namun sarat makna. Bertempat di kantor Sapala Consultant, Jakarta, pertemuan itu menjadi titik awal lahirnya kesepakatan kerja sama sosial yang berorientasi pada edukasi dan perlindungan generasi muda.
Kesepakatan tersebut diwakili oleh Rahmi Intan Yahya, pemilik Sapala Consultant, dan Nanda Taradipa, S.H., Managing Partner Taradipa & Partners Law Firm. Keduanya sepakat bahwa persoalan sosial yang kian kompleks tidak cukup dihadapi dengan imbauan semata, melainkan membutuhkan pendampingan nyata, pemahaman hukum, serta penguatan karakter.
Diskusi mengalir membahas berbagai realitas di lapangan. Banyak anak muda terjerat masalah hukum bukan karena niat jahat, melainkan karena minimnya literasi, lemahnya kontrol diri, dan absennya pendampingan sejak dini. Dari sinilah lahir komitmen untuk berperan aktif memberikan edukasi yang membumi dan mudah dipahami.
Kerja sama ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pendekatan profesional. Edukasi hukum, kesadaran sosial, dan penguatan moral menjadi fokus utama agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Di tengah persaingan global yang kian keras, kedua pihak meyakini bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecakapan akademik, melainkan juga oleh adab, etika, serta keteguhan iman dan takwa. Tanpa itu semua, kemajuan justru bisa menjadi bumerang.
Langkah kecil ini mungkin tak langsung mengubah segalanya. Namun setidaknya, ikhtiar telah dimulai — sebuah upaya kolektif untuk memastikan generasi muda Indonesia tetap berdiri tegak di tengah badai zaman.






