Berdiri sejak 15 tahun lalu, Pondok Pesantren Yatim Al-Hanif terus berkembang dengan memadukan metode pendidikan agama dan keterampilan dunia usaha. Ponpes yang dipimpin oleh KH Ahmad Jazuli ini kini memiliki 260 santri putra dan putri yang berasal dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Seluruh santri mendapatkan pendidikan dan pengajaran agama secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap hak anak untuk memperoleh ilmu.
Saat ditemui awak media beritafakta.id pada Kamis, 15 Januari 2026, salah seorang pengasuh bernama Wanto menceritakan napak tilas perjuangan KH Ahmad Jazuli dalam merintis pesantren tersebut. Menurutnya, awal berdiri ponpes dimulai dari rumah kontrakan dengan biaya 15 juta rupiah per tahun dan hanya dihuni lima santri.
Berkat kesungguhan dan kesabaran beliau, jumlah santri terus bertambah sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas dan layak, ujar Wanto, pengasuh asli Betawi yang telah mengabdi sejak awal berdirinya ponpes.
Perjalanan ponpes semakin berkembang setelah KH Ahmad Jazuli menikah dengan wanita asli Betawi Tangerang Selatan. Dukungan penuh dari mertua beliau diwujudkan melalui wakaf sebidang tanah yang kini menjadi lokasi utama Ponpes Al-Hanif di Jalan Raya Bukit Indah Nomor 5 RT 03 RW 02 Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Alhamdulillah, sekarang sudah ada cabang di Ciater Serpong khusus santri laki-laki yang tidak jauh dari sini. Selain itu juga ada di Bogor, Purwakarta, dan Bandung. Untuk cabang yang jauh, saat ujian semua santri tetap harus mengikuti di sini sebagai pusatnya, jelas Wanto yang juga ayah tiga anak.
Selepas shalat Ashar, tampak puluhan santriwati berjamaah menghafal surat Al-Waqiah yang dilanjutkan dengan Asmaul Husna di lantai bawah gedung pesantren. Kegiatan kemudian diteruskan dengan persiapan berbuka puasa Senin Kamis yang telah lama menjadi tradisi wajib di ponpes tersebut.
Secara jujur Wanto mengungkapkan bahwa banyak orang heran melihat dirinya yang tetap istiqomah mengabdi meski memiliki tanggungan keluarga. Namun ia merasakan sendiri pertolongan Allah datang melalui berbagai jalan. Pada tahun 2023 ia bahkan diberangkatkan umroh secara gratis oleh seorang dermawan, termasuk biaya hidup keluarga selama ditinggal.
Untuk istri dan anak dibekali sepuluh juta rupiah, dan saya juga diberi bekal sepuluh juta selama di Tanah Suci. Semua atas izin Allah, tutur Wanto sambil menyiapkan minuman susu coklat untuk menu berbuka para santri.
Ponpes Yatim Al-Hanif yang kini memiliki bangunan empat lantai juga mengembangkan bidang usaha Biro Travel Haji dan Umroh. Masyarakat dipersilakan mendaftar perjalanan ibadah melalui biro milik pesantren dengan harapan memperoleh keberkahan dari doa anak yatim dan fakir di bawah bimbingan KH Ahmad Jazuli.
Perjalanan dakwah KH Ahmad Jazuli dinilai banyak pihak sejalan dengan teladan perjuangan Rasulullah dalam peristiwa Isro Mi’raj. Jika Rasulullah menempuh perjalanan suci dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsho lalu ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat, maka KH Ahmad Jazuli menempuh perjalanan dakwah melalui pendirian pesantren sebagai jalan mencetak generasi berakhlak.
Semangat keteladanan itulah yang terus menguatkan langkah Ponpes Yatim Al-Hanif dalam mengabdi kepada umat dan mendidik anak-anak bangsa agar memiliki ilmu, iman, dan kemandirian.
Red/AMS






