Sinergitas Bendesa Adat dan Polda Bali dalam Menjaga Situasi Kamtibmas di Kawasan Pariwisata melalui Optimalisasi Aplikasi Cakrawasi.

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali, Beritafakta.id – Bali sebagai destinasi pariwisata internasional membutuhkan stabilitas keamanan yang kuat untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata. Karena itu, Kepolisian Daerah Bali terus memperkuat kolaborasi dengan Desa Adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kawasan destinasi wisata.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meningkatkan deteksi dini serta pendataan terhadap orang asing yang datang dan beraktivitas di wilayah Bali.

Momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang berlangsung berdekatan tahun ini juga mendorong penguatan komunikasi, koordinasi, serta sinergitas berbasis kearifan lokal. Langkah tersebut penting untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Selain itu, dinamika kehadiran penduduk pendatang di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan turut memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun kondisi tersebut tetap memerlukan pengawasan dan pembinaan berkelanjutan oleh Bendesa Adat bersama kepolisian serta instansi terkait.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, menjadi indikator positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata. Peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan itu juga berpotensi memunculkan gangguan keamanan, pelanggaran hukum, hingga konflik sosial.

Karena itu, sinergi antara Pecalang, Desa Adat, dan Kepolisian menjadi kunci utama dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.

Plt. Kasubdit III Ditintelkam Polda Bali, AKP I Nengah Mudarya, menjelaskan bahwa dalam rangka pengawasan terhadap keberadaan orang asing di Bali, pihaknya telah mengembangkan Aplikasi Cakrawasi. Sistem ini merupakan platform pendataan orang asing berbasis website modern yang dapat menjangkau hingga tingkat Desa Adat.

“Aplikasi ini diharapkan menjadi sarana deteksi dini dan pelaporan cepat, sekaligus memperkuat sinergitas antara Desa Adat dengan pihak Kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemajuan Hukum Adat pada Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Ida Bagus Rai Dwija Juliarta, menyampaikan bahwa Aplikasi Cakrawasi sangat relevan dengan kondisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Melalui aplikasi tersebut, proses pendataan orang asing dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Untuk mengoptimalkan pemanfaatannya, diperlukan sinergi lintas sektor antara Desa Adat, Kepolisian, serta penguatan peran Sipandu Beradat di masing-masing Desa Adat.

Peran Bendesa Adat sebagai pemimpin Desa Adat juga dinilai sangat strategis dalam menjaga keharmonisan wilayah. Penguatan nilai-nilai adat serta pemberdayaan Pecalang atau Bankamda sebagai unsur pengamanan tradisional berbasis kearifan lokal menjadi bagian penting dalam sistem pengamanan di Bali.

Sementara itu, Penyarikan Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, menyampaikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan Aplikasi Cakrawasi untuk pengawasan terhadap orang asing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Bali yang aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.

Sebagai kesatuan masyarakat hukum adat, Desa Adat di Bali memiliki otonomi asli dan kewenangan dalam mengatur wilayahnya masing-masing. Oleh karena itu, optimalisasi Aplikasi Cakrawasi menjadi instrumen modern untuk mendukung pendataan orang asing di wilayah (wewidangan) Desa Adat serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

Melalui sistem ini, setiap potensi gangguan dapat diinformasikan secara real time, sehingga langkah-langkah preventif dapat segera dilakukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Kehadiran Aplikasi Cakrawasi pun menjadi salah satu inovasi dalam memperkuat sistem keamanan berbasis teknologi dengan melibatkan Desa Adat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali.

Penulis : Bram.s

Editor : azizah estetika

Berita Terkait

Cegah Kelangkaan Saat Hari Raya, Polda Bali Turun Cek Distributor Gas Elpiji
Polsek Karangreja Bersama Warga Evakuasi Pohon Tumbang di Desa Jingkang
Wabup Brebes Resmikan Dapur SPPG 03, Siap Produksi 2.500 Porsi Makan Bergizi Gratis Per Hari
Pemkab Brebes Salurkan 105.000 Benih Kakap Putih untuk Pokdakan, Perkuat Ketahanan Pangan
TNI dan Polisi Harus Bersama Tertibkan PETI di Kotanopan Demi Tepis Isu Konflik Keamanan.
Puncak Arus Mudik 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali, Polda Jateng Imbau Masyarakat Rencanakan Perjalanan Dengan Baik
Satma AMPI Madina Tantang Aparat Bongkar Dugaan PETI Kota Nopan, Jangan Ada Tebang Pilih Penegakan Hukum.
Pererat Silaturahmi, Satma AMPI Madina Bersama DPK STAIN Madina Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:46 WIB

Cegah Kelangkaan Saat Hari Raya, Polda Bali Turun Cek Distributor Gas Elpiji

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:33 WIB

Sinergitas Bendesa Adat dan Polda Bali dalam Menjaga Situasi Kamtibmas di Kawasan Pariwisata melalui Optimalisasi Aplikasi Cakrawasi.

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:28 WIB

Polsek Karangreja Bersama Warga Evakuasi Pohon Tumbang di Desa Jingkang

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:36 WIB

Wabup Brebes Resmikan Dapur SPPG 03, Siap Produksi 2.500 Porsi Makan Bergizi Gratis Per Hari

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Brebes Salurkan 105.000 Benih Kakap Putih untuk Pokdakan, Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru