Dawuhan Bangkit: Dari Diterjang Banjir ke Serbuan 3.000 Wisatawan Lebaran.

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

salah satu wahana bermain anak anak di Desa Wisata Dawuhan adalah mandi busa.(Dok.Kominfo Bna)

salah satu wahana bermain anak anak di Desa Wisata Dawuhan adalah mandi busa.(Dok.Kominfo Bna)

Banjarnegara, Beritafakta.id – Desa Wisata Dawuhan, Kecamatan Wanayasa, perlahan membuktikan diri mampu bangkit dari keterpurukan. Sempat dihantam banjir yang merusak berbagai fasilitas, kini destinasi berbasis alam dan tradisi itu kembali hidup—bahkan diserbu ribuan wisatawan saat libur Idul Fitri 1447 H.

Dalam empat hari pertama Lebaran, lebih dari 3.000 wisatawan lokal tercatat memadati kawasan wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dawuhan tersebut. Angka ini dinilai stabil dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sinyal kuat bahwa Dawuhan belum kehilangan daya tariknya.

Kekuatan utama Dawuhan justru terletak pada hal yang sederhana: keaslian. Di Pasar Renggang—ikon wisata di lokasi ini—pengunjung disuguhi kuliner tradisional seperti bakmi Jawa, nasi jagung, getuk lindri, hingga jajanan pasar. Namun, satu menu yang paling diburu adalah bubur srintil, hidangan khas desa yang kini menjadi identitas wisata Dawuhan.

Tak hanya kuliner, pengelola juga memperkuat pengalaman wisata keluarga. Area kolam renang dengan wahana hujan busa yang sempat viral di media sosial menjadi magnet baru. Ditambah playground anak dan kereta wisata yang berkeliling kawasan, Dawuhan kini tampil lebih variatif tanpa meninggalkan nuansa pedesaan.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Eryantho Arief, menilai Dawuhan berhasil menjaga keseimbangan antara alam dan budaya. Terletak di tepian Sungai Panaraban, kawasan ini menawarkan suasana sejuk dengan aktivitas tambahan seperti tubing—yang tetap disesuaikan dengan kondisi cuaca demi keamanan.

Namun di balik ramainya kunjungan, ada cerita pemulihan yang tidak sederhana.

Beberapa waktu lalu, banjir sempat melumpuhkan aktivitas wisata. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, termasuk rusaknya peralatan dan fasilitas utama. Alih-alih menyerah, Pokdarwis Dawuhan memilih bergerak cepat.

“Ini momentum kebangkitan. Semua pihak terlibat membangun ulang fasilitas yang rusak,” ujar Eryantho.

Pengelola bahkan melakukan penyesuaian selama Lebaran, seperti mengubah sistem transaksi dari koin ke pembayaran tunai untuk memudahkan wisatawan.

Di sisi lain, pengelolaan wisata ini juga berdampak langsung pada ekonomi warga. Saat ini terdapat 15 karyawan inti, yang akan bertambah saat libur panjang. Seluruh aktivitas wisata juga memanfaatkan tanah desa, sehingga kontribusi finansialnya kembali ke masyarakat.

“Wisata ini bukan hanya soal kunjungan, tapi juga penguatan ekonomi desa,” kata Supri, pengelola Pokdarwis Dawuhan.

Menariknya, meski didominasi wisatawan lokal, Dawuhan mulai dilirik wisatawan mancanegara. Tren ini membuka peluang baru, meski pengembangan ke depan masih menunggu kondisi keuangan yang lebih stabil.

Dawuhan hari ini bukan sekadar destinasi wisata. Ia menjadi contoh bagaimana desa bisa bertahan, pulih, dan kembali menarik perhatian—tanpa kehilangan jati diri.

Penulis : Baskoro

Editor : Azizah Estetika

Berita Terkait

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jaringan Irigasi Tersier Menggunakan Matrial Batu Cadas dan Pasir Ladon
Perluas Jangkauan Pemasaran, Kini Diler Kendaraan Bertenaga Listrik Chery Resmi Dibuka di Kota Tegal
Pensiun dengan Bahagia, ASN Brebes Dibekali Kesiapan Mental dan Finansial
KKN 2026 Universitas Pelita Bangsa Dorong Desa Mandiri melalui Inovasi Sosial, Ekonomi, dan Digital
Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini, Inspektorat Banjarnegara Gelar Program penguatan integritas peserta didik
Dorong Keterbukaan Informasi dan Edukasi Hukum, PWI dan Kajari Brebes Bersinergi
Koperasi Brebes Didorong Naik Kelas lewat Penguatan Pemasaran dan Permodalan
Puluhan Tahun Terisolasi Sungai Ciraja, Jembatan Gantung Perintis Kini Hubungkan Bangbayang–Bantarkawung
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:50 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jaringan Irigasi Tersier Menggunakan Matrial Batu Cadas dan Pasir Ladon

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:43 WIB

Perluas Jangkauan Pemasaran, Kini Diler Kendaraan Bertenaga Listrik Chery Resmi Dibuka di Kota Tegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:49 WIB

Pensiun dengan Bahagia, ASN Brebes Dibekali Kesiapan Mental dan Finansial

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:41 WIB

KKN 2026 Universitas Pelita Bangsa Dorong Desa Mandiri melalui Inovasi Sosial, Ekonomi, dan Digital

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:05 WIB

Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini, Inspektorat Banjarnegara Gelar Program penguatan integritas peserta didik

Berita Terbaru