QRIS dan UMKM Jakarta: Dari Warung Kecil ke Panggung Digital

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, beritafakta.id– Di sudut-sudut Jakarta, perubahan tidak selalu datang dengan suara keras. Kadang, perubahan hadir lewat bunyi “bip” dari ponsel saat transaksi berhasil.

QRIS yang dulu terasa asing, kini jadi alat tempur baru bagi pelaku UMKM—dari warung kopi sederhana sampai pedagang kaki lima.

Di balik geliat itu, Bank Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi QRIS nasional berasal dari DKI Jakarta.

Angka ini bukan sekadar statistik, tapi sinyal kuat bahwa Jakarta menjadi “mesin” utama perputaran transaksi digital, dengan UMKM sebagai penggeraknya.

UMKM Jadi Motor, QRIS Ubah Cara Dagang

Beranjak ke lapangan, pelaku UMKM langsung merasakan dampaknya. Mereka tidak lagi repot mencari uang kembalian atau menghadapi transaksi tunai yang ribet. QRIS membuat proses jual beli jadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa digitalisasi memegang peran penting dalam mendorong ekonomi daerah. Ia melihat percepatan sistem pembayaran digital sebagai kunci utama.

“Salah satu game changer di perekonomian kita, terutama di DKI Jakarta adalah apabila digitalisasi ini bisa dilakukan dengan cepat ya,” kata Iwan.

Data BI menunjukkan pengguna QRIS di Jakarta sudah mencapai 6,17 juta orang, atau sekitar 10,69 persen dari total nasional.

Sementara itu, jumlah merchant yang memakai QRIS menyentuh 6,58 juta, atau sekitar 24 persen dari total merchant nasional.

Transaksi Melejit, UMKM Naik Kelas Pelan-Pelan

Jika melihat volumenya, transaksi QRIS di Jakarta sudah mendekati 6 miliar. Angka ini menyumbang sekitar 36 persen dari total nasional. Artinya, lebih dari sepertiga transaksi QRIS di Indonesia berputar di Jakarta.

“Untuk volume transaksi sudah mencapai hampir 6 miliar, atau porsinya sekitar 36 persen dari volume transaksi secara nasional. Jadi, lebih dari sepertiga transaksi yang menggunakan QRIS digital di Indonesia itu ada di DKI Jakarta,” jelas Iwan.

Lebih menarik lagi, mayoritas transaksi ini datang dari sektor UMKM. Fakta ini menunjukkan bahwa pelaku usaha kecil tidak lagi tertinggal dalam arus digitalisasi.

“Mayoritas transaksi digital itu terjadi di UMKM. Beberapa usaha mikro bahkan sudah melakukan transaksi menggunakan QRIS,” kata Iwan.

QRIS kini berperan seperti jembatan yang menghubungkan UMKM dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas. Dengan alat sederhana, pelaku usaha bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperluas pasar.

Dorongan Digitalisasi, Jalan Panjang UMKM Bertahan

Masuk ke langkah berikutnya, BI DKI Jakarta terus mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran. Mereka ingin memastikan UMKM tidak hanya ikut tren, tapi juga mampu bertahan dan berkembang.

Digitalisasi lewat QRIS membuat transaksi lebih efisien dan transparan. Bagi UMKM, ini bukan sekadar gaya modern, tapi strategi bertahan di tengah persaingan yang makin padat.

“Kami terus mendorong upaya perluasan dan percepatan digitalisasi di DKI Jakarta,” tandasnya.

Pada akhirnya, cerita QRIS di Jakarta bukan hanya soal angka miliaran transaksi. Ini tentang bagaimana warung kecil di pinggir jalan bisa ikut naik kelas. Di era ini, yang bertahan bukan yang paling besar, tapi yang paling cepat beradaptasi.

Penulis : YUDI PURWANTO

Editor : YUDI PURWANTO

Berita Terkait

Dukung Pendidikan Karakter, BPR BKK Mandiraja Dukung Program Penguatan Integritas Siswa Antikorupsi di Banjarnegara
Epson Gandeng Disdikpora DIY Percepat Smart Classroom Berbasis AI
M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah
BAZNAS Kota Tangerang Cetak Rekor ZIS Rp16,5 Miliar, Peringkat 2 Nasional
Bendungan Jlantah Karanganyar Siap Jaga Ketersediaan Air Saat Musim Kemarau
Brebes Bersiap Jadi Sentra Susu Nasional, Mentan Resmikan Pembangunan Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia
Fotografi Branding Jadi Senjata UMKM Betawi Menembus Pasar Digital, Creative 35 Gelar Workshop di Setu Babakan
KAGAMA Tangsel Gelar GAMA FEST & Charity Day 2026, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:07 WIB

Dukung Pendidikan Karakter, BPR BKK Mandiraja Dukung Program Penguatan Integritas Siswa Antikorupsi di Banjarnegara

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:38 WIB

M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:26 WIB

BAZNAS Kota Tangerang Cetak Rekor ZIS Rp16,5 Miliar, Peringkat 2 Nasional

Senin, 20 Juli 2026 - 18:11 WIB

Bendungan Jlantah Karanganyar Siap Jaga Ketersediaan Air Saat Musim Kemarau

Senin, 20 Juli 2026 - 15:13 WIB

Brebes Bersiap Jadi Sentra Susu Nasional, Mentan Resmikan Pembangunan Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia

Berita Terbaru