Purwokerto, beritafakta.id – Perkumpulan Pensiunan Kereta Api (Perpenka) merayakan hari jadinya yang ke-59 dengan menggelar Halal Bihalal 1 Syawal 1447 H. Momentum ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi simpul hangat yang merajut kembali silaturahmi dalam “rumah bersama” bernama Perpenka.
Seiring semangat itu, panitia dari Daop 5 Purwokerto mengemas kegiatan dengan nuansa akrab namun tetap khidmat. Mereka memilih Grand Kanaya Baturraden, Purwokerto—yang bersandar manis di kaki Gunung Slamet—sebagai panggung temu kangen yang terasa hangat, seperti kopi pagi yang tak pernah gagal menyapa hati.
Silaturahmi Mengalir dari Berbagai Penjuru
Pada hari pertama, Selasa (7/4/2026), para anggota Perpenka mulai berdatangan dari berbagai daerah. Mereka datang dari seluruh Daerah Operasi di Pulau Jawa (Daop 1 hingga 9) hingga Divisi Regional Sumatera (Divre 10 hingga 13).
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa waktu boleh menua, tetapi tali silaturahmi tak ikut renta. Perpenka terus menjalankan tujuannya: menghimpun dan membina kekuatan spiritual serta material para pensiunan, sekaligus menjaga kebersamaan yang tak lekang oleh usia.
Dari Ayat Suci hingga Program Nyata
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lalu berlanjut ke laporan Ketua Panitia, BP Loewarno.
Ketua Umum Perpenka, Arief Mudjono, menegaskan komitmen organisasi dalam membantu sesama.
“Perpenka memiliki program bantuan sosial untuk para pensiunan yang mengalami kesulitan ekonomi, anak yatim, usaha UMKM dan alat kesehatan (kursi roda, tongkat, tensi ) selain itu Perpenka juga berkolaborasi dengan Yayasan Pusaka KAI untuk menyalurkan bantuan dengan sumber pendanaan sosial dari Yayasan Pusaka sedangkan pendanaan operasional dari Induk PT Kereta Api.”
Tak berhenti di sana, semangat pengabdian itu menggema lewat yel-yel yang membakar suasana:
“Kereta Api… Jaya jaya jaya
Yayasan Pusaka… berkembang berbakti bermakna
Perpenka… sejahtera bahagia”
Yel-yel itu bukan sekadar seruan, melainkan denyut nadi yang menjaga semangat tetap hidup—nakal sedikit, tapi justru itu yang bikin hangat.
Bantuan Sosial Menyentuh Ribuan Pensiunan
Sementara itu, Ketua Yayasan Pusaka yang diwakili oleh Wiwik Widayanti menyampaikan capaian bantuan sepanjang 2026.
“di tahun 2026 telah memberikan bantuan kepada para pensiunan anggota perpenka mencapai 8000 orang baru 22% dari jumlah pensiunan dengan harapan kedepan sehat berbahagia.”
Angka itu menjadi pengingat: perjalanan masih panjang. Namun langkah sudah mulai menapak, perlahan tapi past, seperti rel kereta yang tak pernah ingkar arah.
Guyub Rukun Tanpa Sekat
Dalam sesi pengarahan, sesepuh Anwar Supriyadi menyoroti pentingnya kebersamaan dalam paguyuban.
Ia menegaskan bahwa Perpenka harus menjadi rumah tanpa sekat. Tidak boleh ada perbedaan klaster, baik bagi pensiunan yang aktif maupun yang belum tergabung.
Ia juga menyinggung tantangan organisasi, mulai dari pensiunan yang belum bergabung hingga mereka yang belum berkontribusi, serta strategi untuk menarik lebih banyak anggota agar mau masuk Perpenka dengan mudah.
Pesannya sederhana, tapi dalam: kalau rumah ini ingin ramai, pintunya jangan dipersempit.
Hari Kedua: Rapat, Data, dan Arah Masa Depan
Memasuki hari kedua, Rabu (8/4/2026) pukul 08.00 WIB, kegiatan berlanjut dengan rapat koordinasi (rakor) antara pengurus DPP dan DPD.
Rakor ini membahas berbagai hal penting, mulai dari validasi dan inventarisasi data, evaluasi realisasi kegiatan tahun 2025, hingga perencanaan program kerja tahun 2026.
Di ruang rapat itu, Perpenka tak hanya bicara angka dan data. Mereka sedang menyusun masa depan—pelan, rapi, tapi pasti. Karena bagi mereka, pengabdian memang tak pernah berhenti, dan silaturahmi tak boleh putus, seperti rel yang selalu setia menghubungkan satu perjalanan ke perjalanan berikutnya.
Penulis : Sujud Margono
Editor : Yudi Purwanto






