Irigasi Lumpuh 3 Tahun, Warga dan Pemkab Pasang 60 “Dekem” Selamatkan 480 Hektare Sawah di Merawu.

Kamis, 16 April 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Amalia Desiana saat melakukan peninjauan ke lokasi bendungan irigasi clangap yang sudah lama mengalami kerusakan, nampak Para Kepala Desa dari dua Kecamatan terdampak yaitu Banjarmangu dan Wanadadi   mendampinginya.(Dok.Kominfo Bna/Berita Fakta.id)

Bupati Amalia Desiana saat melakukan peninjauan ke lokasi bendungan irigasi clangap yang sudah lama mengalami kerusakan, nampak Para Kepala Desa dari dua Kecamatan terdampak yaitu Banjarmangu dan Wanadadi mendampinginya.(Dok.Kominfo Bna/Berita Fakta.id)

Banjarnegara,Beritafakta.id– Setelah tiga tahun aliran irigasi terganggu, ratusan warga bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bergerak cepat memasang 60 unit bronjong bambu (dekem) di Sungai Merawu, Rabu (15/4/2026). Langkah darurat ini ditujukan untuk memulihkan suplai air ke sekitar 480 hektare sawah yang terdampak di dua kecamatan.

Aksi gotong royong dipusatkan di kompleks Jembatan Clangap, Kecamatan Banjarmangu. Pemasangan dekem dilakukan sebagai solusi sementara untuk mengatasi perubahan arus sungai dan pendangkalan yang selama ini menyebabkan air tidak lagi masuk ke saluran irigasi Bendungan Clangap.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan selamatan di tepi sungai, sebagai bentuk harapan agar proses pemulihan berjalan lancar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Firman Sapta Adi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Yusuf Winarso, unsur Forkopimca, serta kepala desa dari wilayah terdampak.

Kepala UPT Wilayah 3 DPU PR, Adi Purnomo, menjelaskan bahwa pemasangan dekem bertujuan mengarahkan kembali arus Sungai Merawu ke tengah aliran.

“Selama ini dasar sungai mengalami pendangkalan dan perubahan arus akibat aktivitas galian C di hilir. Akibatnya, air tidak bisa naik ke pintu irigasi. Dengan dekem ini, arus kita bendung dan arahkan kembali,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung hampir tiga tahun dan berdampak langsung pada sektor pertanian. Tercatat sekitar 480 hektare sawah di lima desa mengalami gagal tanam dan penurunan produktivitas signifikan.

Lima desa tersebut meliputi Desa Jenggawur, Banjar Kulon, dan Banjarmangu di Kecamatan Banjarmangu, serta Desa Gumisir dan Linggasari di Kecamatan Wanadadi.

Camat Banjarmangu, Gaba Tri Sumbarwanto, menegaskan bahwa pemulihan irigasi ini sangat penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangat besar jika kondisi ini dibiarkan. Produksi pertanian dari wilayah ini tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga menyuplai daerah lain,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah telah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat. Dari usulan awal sebesar Rp8–9 miliar, kini telah disetujui menjadi Rp46 miliar melalui APBN.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan pengaman tebing serta normalisasi Sungai Merawu secara permanen melalui mekanisme lelang.

Sementara menunggu proses tender, alat berat berupa ekskavator tetap disiagakan untuk mengeruk material pasir dan batu yang kerap menutup saluran irigasi, terutama saat terjadi hujan deras.

Warga berharap kolaborasi antara upaya darurat berbasis kearifan lokal melalui dekem dan intervensi pemerintah pusat dapat segera memulihkan sistem irigasi, sekaligus mengembalikan produktivitas pertanian di kawasan Merawu.

Penulis : Baskoro

Editor : azizah

Berita Terkait

Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Wanasari, Polisi Selidiki Dugaan Tindak Kekerasan
Tercatat di Urutan 3 Terbawah Program CKG, Kini Puskesmas Jatirokeh Jadi 10 Besar Se-Jateng dan Jadi Rujukan Provinsi
Polres Purbalingga Gelar Turnamen Mobile Legends, Ayo Daftar!
Diduga Belum mengantongi Izin, CV DT Ika Vina, Melakukan Transaksi Pencairan dengan Bunga Tinggi
Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi
Audiensi Driver dan Pertamina Bahas Kendala Subsidi Tepat di Banyuwangi, Ini Hasil Kesepakatannya
Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 PDIP Resmi di Buka
Waspada Ancaman Tak Terlihat, Rutan Batam Gandeng Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi Hantavirus
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

Tercatat di Urutan 3 Terbawah Program CKG, Kini Puskesmas Jatirokeh Jadi 10 Besar Se-Jateng dan Jadi Rujukan Provinsi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:53 WIB

Polres Purbalingga Gelar Turnamen Mobile Legends, Ayo Daftar!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:12 WIB

Diduga Belum mengantongi Izin, CV DT Ika Vina, Melakukan Transaksi Pencairan dengan Bunga Tinggi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:10 WIB

Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:42 WIB

Audiensi Driver dan Pertamina Bahas Kendala Subsidi Tepat di Banyuwangi, Ini Hasil Kesepakatannya

Berita Terbaru

SPORT

Australia Kalahkan Turki 2-0 Dalam Laga Grup D

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:36 WIB

SPORT

Brasil Ditahan Maroko 1-1 Pada Laga Pembuka Grup C

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:31 WIB

SPORT

Qatar Tahan Imbang Swiss Dengan Skor 1-1

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:27 WIB