Banjarnegara, beritafakta.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Banjarnegara kembali mendapat sorotan positif. Dua pelajar MAN 1 Banjarnegara, Alfino Rizki dan Dirgantara Bima, berhasil menorehkan prestasi di bidang sepak bola hingga menembus level nasional dan internasional usia muda. Prestasi keduanya dinilai menjadi bukti bahwa sekolah berbasis madrasah juga mampu melahirkan atlet berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan pendidikan akademik.
Alfino Rizki disebut menjadi salah satu pemain muda yang tampil di ajang BRI Super League Senior, sementara Dirgantara Bima mencatat prestasi sebagai pemain terbaik di kompetisi EPA U-16 dan masuk dalam jajaran pemain muda berbakat yang mendapat kesempatan mengikuti program sepak bola di Barcelona, Spanyol.
Kepala MAN 1 Banjarnegara, Ridho Pramono, mengaku bangga atas capaian para siswanya tersebut. Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026), ia mengatakan bahwa prestasi siswa menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan potensi peserta didik, baik akademik maupun nonakademik.
“Alhamdulillah anak-anak MAN 1 Banjarnegara mampu menunjukkan prestasi sampai tingkat internasional. Ada yang ke Spanyol, Singapura, dan berbagai ajang lainnya. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan Banjarnegara,” ujarnya.
Menurut Ridho, selama ini MAN 1 Banjarnegara dikenal memiliki prestasi di bidang basket. Namun kini, sepak bola mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan dan diharapkan mampu bersaing di berbagai ajang pelajar, termasuk POPDA.
Ia menegaskan, sekolah memberikan dukungan penuh kepada siswa berprestasi, salah satunya melalui apresiasi berupa beasiswa dan pembinaan berkelanjutan.
“Kami memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi agar mereka semakin termotivasi. Bukan untuk menganakemaskan, tetapi sebagai bentuk apresiasi karena telah membawa nama baik sekolah dan daerah,” katanya.
Ridho juga menilai olahraga dapat menjadi jalan masa depan bagi siswa. Karena itu, sekolah mulai mengarahkan siswa yang memiliki bakat olahraga, khususnya sepak bola, agar dapat berkembang menuju dunia profesional.
“Kami ingin anak-anak yang punya potensi di sepak bola bisa berkembang menjadi pemain profesional. Selain prestasi, olahraga juga bisa membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mereka di masa depan,” jelasnya.
Terkait pengembangan program olahraga, MAN 1 Banjarnegara berencana membentuk kelas khusus sepak bola seperti Kelas Khusus Olahraga (KKO). Namun saat ini sistem pembelajaran masih reguler.
“Ke depan ada rencana membuat kelas khusus bagi siswa sepak bola. Karena aktivitas latihan dan pertandingan mereka cukup padat, maka pembelajaran nantinya bisa dipadukan dengan sistem daring atau online,” ungkap Ridho.
Ia menambahkan, sekolah selama ini menjalin kerja sama dengan KONI dalam pembinaan olahraga. Meski demikian, sebagian besar pembinaan masih dilakukan secara mandiri oleh pihak madrasah.
Di akhir keterangannya, Ridho berharap kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda agar terhindar dari pergaulan negatif.
“Kami ingin anak-anak aktif dalam kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler supaya memiliki jiwa sportif, disiplin, dan terhindar dari kegiatan negatif seperti balap liar maupun pergaulan yang tidak sehat,” pungkasnya.(Bas)






