Kendal Aktifkan Kembali Satgas MBLB Pasca-Kritik Tambang Viral

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL, Beritafakta.id – Merespons masukan masyarakat terkait dampak tambang galian C yang viral di media sosial, Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Forkopimda resmi mengaktifkan kembali Satuan Tugas Mineral Bukan Logam dan Batuan (Satgas MBLB). Keputusan ini diambil dalam Rapat Lintas Sektoral yang berlangsung di Aula Mapolres Kendal, Kamis (4/6/2026).

Langkah tegas ini merupakan jawaban atas ramainya keluhan warga yang diwadahi melalui slogan “Kendal Nggebal”. Slogan tersebut menjadi simbol protes masyarakat terhadap dampak lingkungan dan operasional tambang yang dinilai meresahkan.

Ketua Satgas MBLB Kabupaten Kendal, Beny Karnadi, mengakui bahwa satgas ini perlu dioptimalkan kembali fungsinya. Ia menegaskan bahwa kritik masyarakat, termasuk unggahan viral yang menampilkan editan foto dirinya dan Bupati Kendal bersimbah lumpur, diterima sebagai masukan konstruktif bagi pemerintah.

“Kami menyikapi positif kritik yang muncul di media sosial. Di era digital ini, kontrol publik melalui media sosial menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kinerja kami,” ujar Beny yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kendal.

Lebih lanjut, Beny menjelaskan bahwa Satgas MBLB tidak hanya akan fokus pada legalitas dan peruntukan lahan, tetapi juga akan menindak tegas pelanggaran operasional di lapangan. Salah satu fokus utama adalah penertiban dump truk bertonase besar yang kerap melintasi jalan kelas rendah yang tidak sesuai dengan kapasitasnya.

“Kami akan menindak tegas, termasuk penilangan bagi truk yang melanggar kapasitas jalan. Dishub memiliki kewenangan untuk melakukan penegakan hukum ini,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar menekankan pentingnya sinergi lintas instansi. Menurutnya, persoalan tambang galian C harus dituntaskan secara holistik, dari hulu hingga hilir, agar tidak ada lagi penanganan yang bersifat parsial.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Seluruh stakeholder akan bergerak secara terpadu agar persoalan ini selesai tuntas. Kami berharap masyarakat terus mendukung upaya ini demi terciptanya pengawasan tambang yang lebih baik di Kabupaten Kendal,” pungkas Kapolres.

Red: Jateng

Berita Terkait

Tangis Bahagia Pecah di Islamic Center Brebes, Ratusan Jemaah Haji Kloter 6 Pulang ke Tanah Air
Tangis Haru Warga Sridadi Pecah Saat Peluk Bupati Brebes Terima Bantuan Bencana
Benteng Hijau untuk Randusanga Kulon, 3.700 Mangrove Ditanam Cegah Abrasi
Polda Jateng Musnahkan Ratusan Barang Bukti Narkotika Hasil Ungkap 449 Kasus Periode April-Juni 2026
Dua Tahun Menanti Kepastian, Korban Dugaan Penarikan Mobil Paksa Tempuh Jalur Hukum
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Banjarnegara Galakkan Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim
Banjarnegara Canangkan Gerakan 1 Juta Biopori untuk Atasi Sampah Organik
Wayang Golek Santri Jadi Media Edukasi Generasi Emas dan Keamanan Digital di Brebes
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:19 WIB

Tangis Bahagia Pecah di Islamic Center Brebes, Ratusan Jemaah Haji Kloter 6 Pulang ke Tanah Air

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:17 WIB

Tangis Haru Warga Sridadi Pecah Saat Peluk Bupati Brebes Terima Bantuan Bencana

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:16 WIB

Benteng Hijau untuk Randusanga Kulon, 3.700 Mangrove Ditanam Cegah Abrasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:05 WIB

Polda Jateng Musnahkan Ratusan Barang Bukti Narkotika Hasil Ungkap 449 Kasus Periode April-Juni 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:02 WIB

Dua Tahun Menanti Kepastian, Korban Dugaan Penarikan Mobil Paksa Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

Nasional

Indarto Kusnohadi, Jabat Dan Poltekad

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:58 WIB