Beritafakta.id, Banjarnegara– Semangat memajukan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Banjarnegara terus digelorakan. Komitmen tersebut tercermin dalam perhelatan Road to Festival Kopi Dieng Chapter 5 yang berlangsung meriah di Alun-Alun Banjarnegara, Sabtu (6/6/2026).
PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda) hadir memberikan dukungan penuh sebagai mitra strategis dalam upaya memberdayakan pelaku usaha lokal, khususnya sektor kopi.
Kehadiran BPR BKK Mandiraja dalam acara ini bukan sekadar partisipasi, melainkan langkah konkret perbankan untuk mendekatkan layanan finansial kepada para petani, pegiat, hingga pelaku UMKM kopi yang kini menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
Plt Direktur Utama BPR BKK Mandiraja, D. Tri Ristanto Budiono, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kopi adalah penggerak ekonomi kreatif dengan efek pengganda (multiplier effect) yang besar bagi masyarakat.

“Kami menyadari bahwa kopi bukan hanya sekadar minuman, melainkan penggerak ekonomi kreatif. Dukungan kami dalam Road to Festival Kopi Dieng adalah bukti komitmen BPR BKK Mandiraja untuk terus hadir dan menjadi mitra strategis bagi para pelaku usaha lokal,” ujar Tri Ristanto.
Ia menambahkan, BPR BKK Mandiraja siap memberikan kemudahan akses permodalan bagi para pelaku industri kopi untuk meningkatkan skala usaha. Langkah ini diharapkan mampu membuat usaha mereka lebih berkembang, mandiri, dan berkontribusi luas bagi kesejahteraan masyarakat Banjarnegara.
Sinergi Hexahelix untuk Kopi Banjarnegara
Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, ini menjadi wadah kolaborasi berbagai elemen. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Komite Ekonomi Kreatif, dan pelaku industri kopi. Ia menekankan pentingnya kebanggaan masyarakat terhadap kopi asli pegunungan Dieng.
“Kita harus bangga mengonsumsi kopi asli pegunungan Dieng. Kopi ini dirasakan dampaknya mulai dari hulu, yaitu petani, hingga hilir, yakni barista dan pelaku ekonomi kreatif. Ketika kita kompak, kopi pegunungan Dieng bisa menjadi komoditas spesial, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujar dr. Amalia Desiana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Tursiman, dalam laporannya menjelaskan bahwa Road to Festival Kopi Dieng ini merupakan upaya kolaborasi hexahelix—melibatkan pemerintah, bisnis (termasuk dukungan dari BPR BKK Mandiraja), komunitas, media, akademisi, dan lembaga keuangan.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem kopi, meningkatkan nilai tambah, serta menjadikan kopi sebagai identitas daerah sekaligus daya tarik wisata,” jelas Tursiman.
Rangkaian Menuju Festival Utama
Road to Festival Kopi Dieng Chapter 5 ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Liga Seduh Kopi, Slow Bar Experience (omakase kopi), hingga Banjarnegara Street Coffee yang melibatkan pelaku kedai kopi lokal dari berbagai wilayah seperti Kalibening, Wanayasa, Pejawaran, hingga Batur.
Acara ini merupakan rangkaian dari sembilan titik kegiatan yang direncanakan sebelum puncak perhelatan Festival Kopi Dieng yang akan digelar berbarengan dengan Dieng Culture Festival pada 28–30 Agustus 2026 mendatang.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk sektor perbankan seperti BPR BKK Mandiraja, ekosistem kopi di Banjarnegara diharapkan semakin kokoh dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(*ahr)






