x

Tercatat di Urutan 3 Terbawah Program CKG, Kini Puskesmas Jatirokeh Jadi 10 Besar Se-Jateng dan Jadi Rujukan Provinsi

waktu baca 3 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 18:27 24 redaksi

BREBES, Beritafakta.id – Perubahan luar biasa terjadi dalam dunia kesehatan Kabupaten Brebes. Langkah strategis dan berani yang diterapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes berhasil membalikkan keadaan: dari posisi tertinggal, kini melesat masuk jajaran terbaik se-Jawa Tengah. Bahkan, salah satu puskesmas yang sempat berada di urutan terbawah, kini menjadi rujukan dan narasumber di tingkat provinsi berkat keberhasilan inovasi yang dijalankan hanya dalam waktu satu bulan.

Kisah sukses dan perubahan drastis ini diungkapkan langsung oleh Kepala Puskesmas Jatirokeh, Cipto Sudrajat, didampingi Kepala Tata Usaha Puskesmas Jatirokeh, Wahyuningsih, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Sabtu (13/06/2026). Menurut Cipto, titik balik keberhasilan ini bermula dari kebijakan tegas yang diambil Kadinkes Brebes pada awal Mei lalu. Saat itu, menyikapi rendahnya cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tingkat kabupaten, Kepala Dinkes mengumpulkan lima puskesmas dengan capaian terendah untuk mengikuti apel pagi di kantor Dinas Kesehatan.Terobosan Brilian Dinkes Brebes: CKG Naik Drastis Jadi 10 Besar Se-Jateng, Jatirokeh Jadi Rujukan Provinsi

BREBES – Perubahan luar biasa terjadi dalam dunia kesehatan Kabupaten Brebes. Langkah strategis dan berani yang diterapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes berhasil membalikkan keadaan: dari posisi tertinggal, kini melesat masuk jajaran terbaik se-Jawa Tengah. Bahkan, salah satu puskesmas yang sempat berada di urutan terbawah, kini menjadi rujukan dan narasumber di tingkat provinsi berkat keberhasilan inovasi yang dijalankan hanya dalam waktu satu bulan.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Kisah sukses dan perubahan drastis ini diungkapkan langsung oleh Kepala Puskesmas Jatirokeh, Cipto Sudrajat, didampingi Kepala Tata Usaha Puskesmas Jatirokeh, Wahyuningsih, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Sabtu (13/06/2026). Menurut Cipto, titik balik keberhasilan ini bermula dari kebijakan tegas yang diambil Kadinkes Brebes pada awal Mei lalu. Saat itu, menyikapi rendahnya cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tingkat kabupaten, Kepala Dinkes mengumpulkan lima puskesmas dengan capaian terendah untuk mengikuti apel pagi di kantor Dinas Kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Puskesmas Jatirokeh tercatat berada di peringkat ketiga terbawah. Momen itu bukanlah bentuk penghukuman, melainkan langkah evaluasi mendalam dan pemetaan masalah yang justru memicu semangat baru bagi seluruh jajaran puskesmas untuk berubah.

“Tindak lanjut upaya Kadinkes Brebes dalam meningkatkan cakupan CKG yang saat itu masih rendah dilakukan dengan cara inovatif, yakni memanggil lima puskesmas peringkat terbawah untuk mengikuti apel pagi di awal bulan Mei. Saat itu kami berada di peringkat ketiga terbawah. Hasil evaluasi itulah yang akhirnya membangkitkan semangat seluruh rekan-rekan di lingkungan Puskesmas Jatirokeh untuk berjuang meningkatkan capaian,” ungkap Cipto Sudrajat.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Pada kesempatan tersebut, Puskesmas Jatirokeh tercatat berada di peringkat ketiga terbawah. Momen itu bukanlah bentuk penghukuman, melainkan langkah evaluasi mendalam dan pemetaan masalah yang justru memicu semangat baru bagi seluruh jajaran puskesmas untuk berubah.

“Tindak lanjut upaya Kadinkes Brebes dalam meningkatkan cakupan CKG yang saat itu masih rendah dilakukan dengan cara inovatif, yakni memanggil lima puskesmas peringkat terbawah untuk mengikuti apel pagi di awal bulan Mei. Saat itu kami berada di peringkat ketiga terbawah. Hasil evaluasi itulah yang akhirnya membangkitkan semangat seluruh rekan-rekan di lingkungan Puskesmas Jatirokeh untuk berjuang meningkatkan capaian,” ungkap Cipto Sudrajat.

Rusmono

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x