BREBES, Beritafakta.id – Warga Desa Wanasari, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes kini rasa was-was akibat kondisi tanggul Sungai Pemali yang terkikis dan terancam jebol. Tanggul yang berlokasi di belakang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Wanasari RT 03 RW 01 tersebut mengalami longsor parah dengan dimensi panjang 50 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 6 meter. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini akan mengancam keselamatan warga dan fasilitas umum di sekitarnya.
Merespons keresahan warga tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bersama pihak terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Menindaklanjuti perintah langsung dari Bupati Brebes Paramitha, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan survei lokasi dan pemetaan dampak, koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal Provinsi Jateng.
“Ini menindak lanjuti langsung perintah Bupati Brebes, dimana kami dari tim gabungan dan DPSDA Kabupaten, telah melakukan koordinasi dengan BPSDA Pemali Juana Provinsi Jateng segera melakukan langkah-langkah stratrgis,”‘ kata Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Budi Darmawan kepada awak media, Rabu (17/6/2026).
Langkah-langkah strategis yang langsung diambil oleh pihak terkait diantaranya Pengajuan Perbaikan Permanen, pihak BPSDA Pemali Comal telah meninjau lokasi dan mengirimkan Nota Dinas ke DPUTR Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan jangka panjang, Pembuatan Tanggul Gendong, Sebagai langkah darurat, akan dibangun tanggul gendong sepanjang 21 meter menggunakan kantong pasir (sandbag) di titik kritis, Rapat Kolaborasi, pada Hari Rabu, 17 Juni 2026, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDAPR) Kabupaten Brebes menggelar rapat bersama untuk mematangkan teknis pengerjaan.
Penanganan darurat ini dipastikan akan melibatkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Untuk mengejar target kelayakan fungsi tanggul, Estimasi dibutuhkan material berupa 200 meter kubik tanah urug, serta kayu dolken dan sandbag yang disuplai oleh BPSDA Pemali Comal Provinsi Jateng.
Sementara itu, proses pengerjaan dilapangan akan mengandalkan aksi kerja bakti dan gotong royong dari warga setempat.
“Langkah cepat ini diharapkan dapat segera mengurangi rasa was-was warga dan mengantisipasi potensi bencana luapan air Sungai Pemali,” pungkasnya.
(Rusmono)












