Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini, Inspektorat Banjarnegara Gelar Program penguatan integritas peserta didik

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Inspektorat Banjarnegara terus memperkuat benteng moral dan karakter generasi muda dari ancaman perilaku koruptif sejak dini.

Melalui kolaborasi strategis antara Inspektorat Daerah, Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Banjarnegara dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banjarnegara, kegiatan penguatan integritas peserta didik bertajuk Banjarnegara Muda “berani jujur, hebat masa depan” digelar di GOR SMP Negeri 1 Mandiraja, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan penguatan integritas ini diselenggarakan sebagai langkah nyata internalisasi nilai-nilai antikorupsi secara sistematis dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Berdasarkan Peraturan Bupati Banjarnegara Nomor 45 Tahun 2019 tentang Implementasi Penerapan Karakter Antikorupsi, sekolah diposisikan sebagai kawah candradimuka dalam membentuk pribadi siswa yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

Kepala SMP Negeri 1 Mandiraja, Bambang Kuseno M.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan penunjukan sekolahnya sebagai salah satu pilot project Sekolah Berintegritas di Kabupaten Banjarnegara bersama SD Negeri 1 Banjarnegara di tingkat dasar.

Menurutnya, program ini memberikan dampak yang sangat positif dalam membentuk iklim belajar yang bermartabat.

“Pembentukan budaya integritas bukanlah kegiatan instan, melainkan proses berkelanjutan. Hari ini menjadi momen penting penguatan internalisasi nilai-nilai tersebut bagi siswa kami, khususnya kelas 9. Harapannya, setelah lulus nanti, mereka membawa karakter berintegritas ini ke jenjang sekolah berikutnya dan mampu mengimbaskannya kepada rekan-rekan dari sekolah lain,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, dalam satu tahun terakhir sekolah fokus menekankan tiga nilai inti yaitu jujur, bertanggung jawab, dan disiplin, yang diyakini menjadi pilar utama pembentukan karakter siswa yang kuat.

Untuk mendukung implementasi nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari, SMPN 1 Mandiraja meluncurkan berbagai terobosan inovatif diantaranya Aplikasi “SIMANJA” atau Sistem informasi manajemen kehadiran berbasis aplikasi digital. Melalui Simanja, siswa dan orang tua dapat memantau tingkat kedisiplinan dan poin kehadiran secara transparan, sehingga membangun kesadaran diri (self-awareness) sejak berangkat sekolah.

Pihak sekolah juga menerapkan Kesepakatan Kelas diaman Aturan dan norma kelas yang disusun secara partisipatif oleh siswa bersama wali kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh rasa tanggung jawab.

Selain itu juga dibentuk Duta Integritas dengan Siswa pilihan yang bertindak sebagai role model untuk mengampanyekan nilai-nilai kejujuran dalam event sekolah. Pengkaderan Duta Integritas ini disiapkan secara berkelanjutan dari siswa kelas 7 dan 8.
“Kami juga melakukan Kampanye Publik yaitu dengan melakukan sosialisasi budaya antikorupsi yang disisipkan dalam kegiatan massal seperti jalan sehat sekolah,” lanjutnya

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menegaskan bahwa penanaman karakter antikorupsi di tingkat sekolah memiliki dasar hukum yang jelas.
“Inspektorat dan Dikpora berkolaborasi erat untuk menegakkan nilai karakter antikorupsi di jajaran sekolah dasar dan menengah.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak mempraktikkan langsung kejujuran, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keberanian berbuat baik. Seperti kata para pendiri bangsa, kejujuran adalah kunci utama menjaga keberlangsungan masa depan bangsa,” kata Yusuf.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto, menggarisbawahi pentingnya metode penyampaian yang adaptif dan alami dalam menanamkan nilai integritas kepada pelajar.

“Kami menanamkan integritas secara berproses dan alami. Pendekatannya bukan menggurui atau sekadar mengajarkan teori, melainkan melalui pendekatan yang komunikatif seperti bergaul dan berdialog interaktif. Siswa diajak memahami secara faktual mengapa mencontek atau membully itu tindakan yang tidak benar,” jelasnya.

Agung menegaskan bahwa konsep Sekolah Berintegritas tidak hanya menyasar siswa, melainkan seluruh stakeholder sekolah- mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga orang tua. Bagi tenaga pendidik, integritas diwujudkan dalam akuntabilitas pengelolaan anggaran sekolah serta pendekatan pembelajaran kepada siswa.

“ Setelah tahap pilot project di SDN 1 Mandiraja dan SMPN 1 Mandiraja selesai, kami bersama Dinkpora akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk merencanakan perluasan program Sekolah Berintegritas ke seluruh Korwil maupun SKPD di Kabupaten Banjarnegara,” katanya
Bidang Pengawas Internal Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten Banjarnegara, Rahman Hidayat Nilam, menegaskan pentingnya penguatan integritas serta budaya antikorupsi di lingkungan satuan pendidikan.

Menurutnya, hal tersebut memerlukan pemahaman komprehensif, terutama terkait keberanian menyampaikan masukan secara konstruktif demi mencegah potensi penyimpangan sejak dini.
Meski demikian, Rahman mengingatkan agar setiap laporan atau masukan disampaikan secara bertanggung jawab, beretika, dan didukung oleh data, informasi, bukti serta saksi yang valid. Langkah ini dinilai krusial termasuk dalam pencegahan perundungan agar proses penyelesaiannya berjalan objektif tanpa merugikan pihak manapun.

“Keberanian untuk bersuara bukanlah tindakan mencari masalah, melainkan wujud nyata kepedulian bersama,” ujar Rahman.

Sebagai fondasi utama, penanaman karakter pada generasi muda harus dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari yang tekun dan disiplin. Melalui semangat “Banjarnegara Muda; Berani Jujur, Hebat Masa Depan”, generasi muda Banjarnegara diharapkan tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa daerah melangkah lebih maju. (Ahr)

Berita Terkait

Dorong Keterbukaan Informasi dan Edukasi Hukum, PWI dan Kajari Brebes Bersinergi
Koperasi Brebes Didorong Naik Kelas lewat Penguatan Pemasaran dan Permodalan
Puluhan Tahun Terisolasi Sungai Ciraja, Jembatan Gantung Perintis Kini Hubungkan Bangbayang–Bantarkawung
Kapolsek Paguyangan: Kebakaran Hutan Pinus di Kedungoleng Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban
Pengungkapan Besar Ops Pekat II Candi 2026, Dit Resnarkoba Polda Jateng Amankan 245 Tersangka Narkoba dan 2.132 Pelaku Miras
Dukung Usut Tuntas Penyelewengan Oknum Pegawai, BPR BKK Mandiraja Jamin Dana Nasabah Aman
BAZNAS Kota Tangerang Cetak Rekor ZIS Rp16,5 Miliar, Peringkat 2 Nasional
Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik, Polres Brebes Hadiri Supervisi Bidhumas Polda Jateng
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:05 WIB

Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini, Inspektorat Banjarnegara Gelar Program penguatan integritas peserta didik

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Dorong Keterbukaan Informasi dan Edukasi Hukum, PWI dan Kajari Brebes Bersinergi

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:49 WIB

Koperasi Brebes Didorong Naik Kelas lewat Penguatan Pemasaran dan Permodalan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:47 WIB

Puluhan Tahun Terisolasi Sungai Ciraja, Jembatan Gantung Perintis Kini Hubungkan Bangbayang–Bantarkawung

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:24 WIB

Pengungkapan Besar Ops Pekat II Candi 2026, Dit Resnarkoba Polda Jateng Amankan 245 Tersangka Narkoba dan 2.132 Pelaku Miras

Berita Terbaru