Banjarnegara Uji Metode Matematika Jepang, 50 Siswa dan Guru Jadi Proyek Percontohan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

: Yusuf Agung Prabowo Kadisdindikpora Banjarnegara saat menandatangani Nota kesepahaman dengan PT SPRIX Education Indonesia di saksikan Amalia Desiana Bupati Banjarnegara dan Wataru Ueono Direktur PT SPRIX education Indonesia di Pringgitan Pendopo Dipayudha Adigraha.(Dok Kominfo Bna/Berita fakta.id)

: Yusuf Agung Prabowo Kadisdindikpora Banjarnegara saat menandatangani Nota kesepahaman dengan PT SPRIX Education Indonesia di saksikan Amalia Desiana Bupati Banjarnegara dan Wataru Ueono Direktur PT SPRIX education Indonesia di Pringgitan Pendopo Dipayudha Adigraha.(Dok Kominfo Bna/Berita fakta.id)

Banjarnegara, BeritaFakta.id– Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menjalin kerja sama dengan PT SPRIX Education Indonesia, perusahaan pendidikan asal Jepang, untuk meningkatkan kemampuan dasar matematika siswa. Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) itu akan berlangsung selama satu tahun dengan diawali pelaksanaan proyek percontohan yang melibatkan 50 peserta dari unsur siswa dan guru.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui penguatan kompetensi numerasi yang menjadi bagian penting dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Hari ini Kabupaten Banjarnegara menandatangani MoU dengan PT SPRIX dari Jepang terkait pembelajaran matematika dasar. Harapannya, kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas SDM di Banjarnegara,” ujar Amalia usai penandatanganan MoU di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut berawal dari penjajakan yang dilakukan PT SPRIX di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Setelah melalui proses evaluasi terhadap metode pembelajaran yang ditawarkan, Pemkab Banjarnegara memutuskan untuk menjalin kemitraan karena dinilai memiliki tujuan yang sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan.

Selama masa kerja sama, pemerintah daerah akan mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan sebelum memutuskan pengembangan program secara lebih luas.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menjelaskan bahwa metode yang diterapkan mengadopsi sistem pembelajaran matematika dasar yang digunakan di Jepang dengan dukungan teknologi digital.

Sebelum mengikuti pembelajaran, peserta akan menjalani tes diagnostik secara daring untuk mengetahui kemampuan awal. Hasil tes akan mengelompokkan siswa ke dalam beberapa tingkat kemampuan sehingga materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Pada tahap awal kami melibatkan 50 sampel, terdiri atas siswa dan guru. Hasil dari pilot project ini akan menjadi dasar evaluasi sebelum program diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah,” kata Yusuf.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan berhitung dasar yang menjadi fondasi dalam mempelajari materi matematika pada jenjang berikutnya.

Direktur PT SPRIX Education Indonesia, Wataru Ueno, menjelaskan bahwa perusahaan yang berdiri di Jepang sejak 1997 itu memiliki misi membantu peserta didik mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun rasa percaya diri melalui pembelajaran yang terukur.

Dalam kerja sama tersebut, PT SPRIX akan menyediakan layanan **Online Mathematics Assessment (TOFAS/Test of Fundamental Academic Skills)** secara gratis bagi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di Kabupaten Banjarnegara.

Menurut Wataru, hasil asesmen akan menjadi dasar penyusunan strategi pembelajaran sehingga setiap siswa memperoleh materi sesuai tingkat penguasaan konsep matematika yang dimiliki.

Sementara itu, Indonesia Representative Office Director SPRIX, Koji Ueda, menjelaskan bahwa banyak peserta didik masih mengalami kesulitan pada materi dasar, seperti perkalian, pembagian, pecahan, maupun bilangan desimal. Karena itu, asesmen awal menjadi langkah penting untuk memetakan kebutuhan belajar setiap siswa.

Setelah proses asesmen, peserta akan mendapatkan pendampingan melalui aplikasi SPRIX Learning yang dirancang dengan pendekatan interaktif. Sistem pembelajaran dibuat menyerupai permainan (gamifikasi) sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa tanpa mengurangi substansi materi yang dipelajari.

Koji menilai kemampuan dasar matematika merupakan fondasi penting bagi keberhasilan belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Menurutnya, potensi anak Indonesia tidak berbeda dengan anak-anak di negara lain apabila memperoleh metode pembelajaran

Berita Terkait

Waduk Malahayu Bersih, Wisata Makin Asri Berkat Kolaborasi Warga dan Pelajar
Satu Rumah Warga di Desa Siwuluh Hangus Terbakar, Diduga Dari Obat Nyamuk Bakar
Satpol PP Periksa Dua Terduga Pencemar Sungai Sapi, Penyidikan Berpotensi Meluas ke Pemasok Pasir
Anggota Komisi II DPR asal Brebes Buka Suara, Usulan Daerah Otonomi Baru Brebes Selatan
Resmi Dilantik, Pengurus GNPK RI Banjarnegara Diminta Aktif Kawal Pembangunan dan Anggaran Negara
Semarak HUT Ke-81 RI, Lapas Brebes Buka PORSENAP 2026 untuk Warga Binaan
Jumlah Anggota FKOWI Sebanyak 13 Organisasi Wartawan sekabupaten Indramayu
Praktisi Hukum Usulkan Tim Advokasi Independen untuk Kawal Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Waduk Malahayu Bersih, Wisata Makin Asri Berkat Kolaborasi Warga dan Pelajar

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Satu Rumah Warga di Desa Siwuluh Hangus Terbakar, Diduga Dari Obat Nyamuk Bakar

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Banjarnegara Uji Metode Matematika Jepang, 50 Siswa dan Guru Jadi Proyek Percontohan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Satpol PP Periksa Dua Terduga Pencemar Sungai Sapi, Penyidikan Berpotensi Meluas ke Pemasok Pasir

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Anggota Komisi II DPR asal Brebes Buka Suara, Usulan Daerah Otonomi Baru Brebes Selatan

Berita Terbaru