Ribuan Warga Alami Gangguan Penglihatan, Banjarnegara Jadi Percontohan Program Kesehatan Mata Inklusif

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr Amalia Desiana Bupati Banjarnegara saat menandatangani nota kesepahaman terkait program I-SEE nampak Hendro cahyono Sekda Banjarnegara di sebelah bupati saat momen ini.(Dok.Kominfo Bna/Berita fakta.id)

dr Amalia Desiana Bupati Banjarnegara saat menandatangani nota kesepahaman terkait program I-SEE nampak Hendro cahyono Sekda Banjarnegara di sebelah bupati saat momen ini.(Dok.Kominfo Bna/Berita fakta.id)

Banjarnrgara, BeritaFakta.id— Pemerintah Kabupaten Banjarnegara resmi meluncurkan Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE) sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan mata yang inklusif dan berkelanjutan. Program yang akan berlangsung selama lima tahun itu menjadikan Banjarnegara sebagai daerah percontohan (pilot project) dalam penguatan sistem kesehatan mata berbasis layanan primer.

Peluncuran program berlangsung di Pendapa Dipayudha Adigraha, Selasa (4/8/2026), ditandai dengan pemukulan gong serta penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK).

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata sekaligus meningkatkan kualitas deteksi dini gangguan penglihatan di masyarakat.

Menurutnya, program I-SEE akan memperkuat peran Puskesmas melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyempurnaan sistem skrining, serta penguatan mekanisme rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kami mengedepankan deteksi dini dengan menjaring keluhan penglihatan secara langsung, mulai dari siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, hingga masyarakat di tingkat desa melalui kolaborasi Puskesmas dan kecamatan. Dari hasil pendataan itu akan ditentukan mana yang dapat ditangani di daerah dan mana yang harus dirujuk,” ujar Amalia.

Ia menegaskan, gangguan penglihatan tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga memengaruhi kualitas pendidikan, produktivitas ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, intervensi sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko kecacatan akibat penyakit mata.

Sementara itu, Direktur sekaligus Koordinator Program YSKK, Iwan Setiyoko, mengungkapkan Banjarnegara dipilih sebagai lokasi percontohan karena tingginya angka gangguan penglihatan serta adanya komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam mendukung penguatan layanan kesehatan mata.

Berdasarkan data tahun 2025, terdapat sekitar 9.900 kasus gangguan penglihatandi Kabupaten Banjarnegara. Penyakit katarak menjadi penyebab terbanyak yang ditemukan dalam pendataan tersebut.

Menurut Iwan, tantangan terbesar bukan hanya tingginya jumlah kasus, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat. Sekitar 40–50 persen penderita gangguan penglihatan tidak menyadari kondisi yang dialaminya sehingga baru datang berobat ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut.

Selain itu, keterbatasan jumlah dokter spesialis mata di daerah membuat penguatan kapasitas Puskesmas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Tenaga kesehatan di layanan primer akan didorong mampu melakukan skrining awal terhadap berbagai gangguan mata, seperti kelainan refraksi (minus dan plus), katarak, glaukoma, hingga penyakit mata lainnya.

Melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, Program I-SEE ditargetkan menjangkau 278 desa dan kelurahan, 35 Puskesmas, seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta, 1.033 SD/MI, 143 SMP/MTs, serta tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Banjarnegara.

Program tersebut juga akan melibatkan kader kesehatan dan Posyandu sebagai ujung tombak edukasi serta deteksi dini di tingkat masyarakat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan cakupan layanan kesehatan mata secara lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara. (Bas)

Berita Terkait

Pemkab Banjarnegara Buka Seleksi Direktur Perumdam Tirta Serayu, Bupati Ajak Profesional Ikut Mendaftar
Pemkab Banjarnegara Terapkan e-SAKIP, Bupati Tegaskan Kinerja ASN Harus Terukur dan Berdampak bagi Publik
Pamit dari Kendal, AKBP Hendry Serahkan Tongkat Estafet kepada AKBP Ratna
Agus Junedi Kawal Aspirasinya, Jalan Rusak Pakis Aji Ditarget Masuk APBD Perubahan 2026
Pimpin Apel Perdana, Kapolres Brebes Tegaskan Soliditas, Pengawasan Berjenjang, dan Peka Situasi Global
30 Jenis Barang Bukti Dimusnahkan, Berdasarkan Keputusan Hukum Tetap (Inkracht)
Diduga Jadi Korban KDRT, Seorang Perempuan di Tangsel Minta Kepastian Proses Hukum
Waduk Malahayu Bersih, Wisata Makin Asri Berkat Kolaborasi Warga dan Pelajar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Pemkab Banjarnegara Buka Seleksi Direktur Perumdam Tirta Serayu, Bupati Ajak Profesional Ikut Mendaftar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Pemkab Banjarnegara Terapkan e-SAKIP, Bupati Tegaskan Kinerja ASN Harus Terukur dan Berdampak bagi Publik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Ribuan Warga Alami Gangguan Penglihatan, Banjarnegara Jadi Percontohan Program Kesehatan Mata Inklusif

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Pamit dari Kendal, AKBP Hendry Serahkan Tongkat Estafet kepada AKBP Ratna

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Agus Junedi Kawal Aspirasinya, Jalan Rusak Pakis Aji Ditarget Masuk APBD Perubahan 2026

Berita Terbaru