Menteri LH Tanam Mangrove di Brebes, Perkuat Kolaborasi Pulihkan Pesisir dan Cegah Abrasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Beritafakta.id – Upaya pemulihan kawasan pesisir dan pengendalian abrasi di Kabupaten Brebes terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen itu ditandai dengan kegiatan penanaman mangrove bersama Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat di pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Gerakan Brebes ASRI tersebut diawali dengan apel bersama, dilanjutkan penanaman mangrove di garis pantai Randusanga Kulon. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Brebes Wurja, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, komunitas lingkungan, pelajar, serta masyarakat pesisir.

Wurja mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir Brebes.

“Hari ini kita menanam 2.045 bibit mangrove. Kegiatan ini sederhana, tetapi sangat berarti karena dilaksanakan di salah satu wilayah yang saat ini menghadapi tekanan cukup berat akibat abrasi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat panjang garis pantai wilayahnya mencapai sekitar 63,63 kilometer. Kawasan pesisir Brebes, khususnya Randusanga Kulon, menjadi salah satu wilayah yang menghadapi ancaman abrasi cukup serius. Abrasi di wilayah tersebut tercatat mencapai sekitar 1.068 hektare, sedangkan sedimentasi sekitar 258 hektare. Kondisi serupa juga terjadi di Kaliwlingi dengan abrasi sekitar 1.200 hektare dan akresi mencapai 480 hektare.

Selain itu, lokasi penanaman di kawasan Muara Pemali Brebes merupakan Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) mangrove seluas kurang lebih 3.050 hektare. Kawasan ini memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menahan abrasi, serta menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Pemkab Brebes juga terus mendorong rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan. Hingga saat ini, penanaman mangrove di Brebes telah mencapai sekitar 578 hektare atau lebih dari 5,6 juta batang, hasil kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan, penanaman mangrove bukan hanya langkah lokal menjaga pesisir, tetapi juga bagian dari gerakan global memulihkan bumi dari dampak perubahan iklim.

“Kita bersatu di tempat ini dalam rangka memuliakan bumi. Sekarang dunia resah karena bumi semakin panas dan emisi semakin banyak. Kita harus mengurangi emisi atau menyerap emisi yang sudah ada. Hari ini kita menjadi bagian dari upaya memulihkan mangrove Indonesia,” katanya.

Jumhur menjelaskan, dari sekitar 4,3 juta hektare kawasan mangrove di Indonesia, sekitar 30 persen atau hampir 800 ribu hektare mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitasi. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk bergotong royong melakukan penghijauan.

“Saya mengajak semua kelompok yang memiliki dukungan sumber daya untuk bergotong royong menanam mangrove atau tumbuhan apa pun dalam rangka menghijaukan bumi,” ujarnya.

Selain menyoroti abrasi, Menteri Jumhur juga mengingatkan pentingnya penanganan persoalan sampah, khususnya pengawasan terhadap tempat pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang berpotensi memicu kebakaran akibat gas metana, terlebih menjelang musim kemarau panjang.

Ia meminta seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan dan memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara aman agar tidak menimbulkan bencana lingkungan baru.

Terkait perlindungan wilayah pesisir, Menteri Jumhur menilai penanaman mangrove menjadi salah satu langkah nyata untuk menekan laju abrasi, sekaligus memperkuat ekosistem pantai. Upaya tersebut juga perlu didukung kebijakan lain, termasuk pengelolaan lingkungan perkotaan melalui konservasi air tanah, pembuatan biopori, dan penanaman pohon.

Melalui Gerakan Brebes ASRI, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, rehabilitasi kawasan pesisir diharapkan mampu mengurangi abrasi, menekan dampak banjir rob, serta menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove bagi generasi mendatang.

(Rusmono)

Berita Terkait

Bupati Banjarnegara Tekankan MPLS Ramah Anak dan Larangan Pungutan Liar
Jumat Sehat Ceria, Petugas dan Warga Binaan Rutan Batam Kompak Gelar Senam Bersama
Transformasi Peran Linmas, Kecamatan Batur Perkuat Kapasitas Tanggap Bencana
BPBD Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Fokus Distribusi Air Bersih ke Wilayah Terdampak
PTUN Bandung Nyatakan Gugatan Maria Virginita Napiun dkk Tidak Dapat Diterima, Ahli Waris Drs. Amanullah Menang Perkara
Gelar Rakerda Partai PAN Brebes Mulai Tancap Gas, Targetkan Masuk 3 Besar di Pemilu 2029
Sinergi, Polres Brebes Bersama Instansi Terkait Amankan Rally Wisata Nomadic TLC
Enam Jawara Cilik Brebes Ukir Prestasi Nasional, Pemkab Beri Apresiasi
Berita ini 37 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:09 WIB

Bupati Banjarnegara Tekankan MPLS Ramah Anak dan Larangan Pungutan Liar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:56 WIB

Jumat Sehat Ceria, Petugas dan Warga Binaan Rutan Batam Kompak Gelar Senam Bersama

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:47 WIB

Transformasi Peran Linmas, Kecamatan Batur Perkuat Kapasitas Tanggap Bencana

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:44 WIB

BPBD Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, Fokus Distribusi Air Bersih ke Wilayah Terdampak

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Gelar Rakerda Partai PAN Brebes Mulai Tancap Gas, Targetkan Masuk 3 Besar di Pemilu 2029

Berita Terbaru