x

Salak Banjarnegara Disulap Jadi Selai Premium, Tim SALACCA Raih Juara III Entrepreneur Competition 2026

waktu baca 4 menit
Rabu, 26 Agu 2026 14:05 24 redaksi

PURWOKERTO — Kreativitas mahasiswa Universitas Terbuka Purwokerto–Pokjar Dr. Sukirman Banjarnegara berhasil mengubah salak pondoh menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Inovasi tersebut membawa Tim SALACCA meraih Juara III Entrepreneur Competition 2026 yang digelar SEEO Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED).

Tim SALACCA beranggotakan Rahmalia Dewi, Okki Falikah Ramadhani, dan Rahma Nurchairani. Mereka mengusung produk PURE SALACCA JAM, selai berbahan baku salak pondoh khas Banjarnegara.

Rahmalia Dewi dan Okki Falikah Ramadhani juga aktif dalam SERDADU (Sinergi Ekonomi Rakyat dan Kedaulatan Usaha), komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kompetisi tersebut diikuti mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari sekitar 50 tim yang mendaftar, hanya lima tim yang berhasil melaju ke babak final.

Babak final berlangsung secara daring melalui Zoom pada 23 Agustus 2026, sementara pengumuman pemenang dilakukan pada 25 Agustus 2026.

Juara pertama diraih Nine Hundred dari UNSOED, disusul Soedirman Innovators dari UNSOED sebagai juara kedua. Tim SALACCA dari Universitas Terbuka berhasil menempati posisi ketiga.

Berangkat dari Persoalan Petani Salak

Rahmalia Dewi, yang akrab disapa Rara, mengatakan ide membuat PURE SALACCA JAM muncul setelah tim melihat persoalan yang dihadapi petani salak Banjarnegara, khususnya ketika musim panen raya.

Saat produksi melimpah, harga salak dapat mengalami penurunan signifikan. Tidak seluruh hasil panen juga terserap pasar sehingga sebagian buah berpotensi terbuang.

“Awalnya kami melihat persoalan petani salak. Saat panen raya, harga bisa turun sampai Rp3.000 per kilogram dan sebagian buah tidak terserap sehingga berisiko busuk. Dari situ kami berpikir bagaimana salak bisa diolah menjadi produk yang punya nilai jual lebih tinggi,” kata Rara.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan menjadi produk selai yang tidak hanya menawarkan cita rasa berbeda, tetapi juga membawa misi meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

PURE SALACCA JAM mulai dikembangkan sejak Juni 2026. Dalam satu kali produksi, Tim SALACCA mampu menghasilkan sekitar 18 botol dalam waktu kurang lebih empat jam.

Proses Produksi Perhatikan Kualitas

Untuk menjaga kualitas, salak pondoh yang digunakan terlebih dahulu melalui proses seleksi dan sortasi.

Tahapan produksi meliputi sortasi bahan baku, pengolahan dan pemasakan selama sekitar 60 menit, pengemasan secara steril hingga proses pelabelan.

Selain salak pondoh, bahan yang digunakan terdiri atas gula, air, jeruk nipis, dan kayu manis. Tim berupaya meminimalkan penggunaan bahan pengawet dan pewarna buatan dalam pengembangan produknya.

Sebelum mengikuti kompetisi, tim juga melakukan uji produk terhadap 20 responden yang berasal dari kalangan organisasi, instansi, dan masyarakat. Hasil uji tersebut kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan rasa dan kualitas produk.

Cerita Lokal Jadi Kekuatan

Dalam Entrepreneur Competition 2026, penilaian dilakukan melalui proposal dan presentasi. Proposal memberikan kontribusi 44 persen terhadap nilai akhir, mencakup aspek orisinalitas, kreativitas, keuangan dan risiko, serta kelayakan usaha.

Sementara itu, presentasi menyumbang 40 persen penilaian melalui kemampuan presentasi, penyampaian isi proposal, serta kemampuan peserta menjawab pertanyaan dari dewan juri.

Menurut Rara, salah satu kekuatan Tim SALACCA terletak pada kemampuan mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat daerah dan mengubahnya menjadi peluang usaha.

“Yang paling kami syukuri bukan hanya juaranya, tetapi ide yang berangkat dari daerah ternyata bisa diterima dan bersaing dengan tim dari berbagai kampus,” ujarnya.

Dari penilaian juri, PURE SALACCA JAM dinilai memiliki cerita produk yang kuat, membawa dampak sosial, serta menawarkan cita rasa yang unik.

Meski demikian, tim mendapatkan masukan agar segera memperkuat aspek branding sehingga produk memiliki identitas yang semakin kuat ketika dipasarkan secara lebih luas.

Raih Juara III dan Uang Pembinaan

Atas prestasi tersebut, Tim SALACCA memperoleh uang pembinaan sebesar Rp400 ribu, e-sertifikat, dan plakat.

Bagi para anggota tim, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk tidak berhenti pada pencapaian dalam kompetisi.

Setelah lomba, mereka berencana melakukan evaluasi produk dan menindaklanjuti berbagai masukan dari dewan juri, terutama terkait penguatan merek dan strategi pemasaran.

Tim menargetkan PURE SALACCA JAM dapat masuk ke sekitar 20 toko oleh-oleh dan memperluas pemasaran secara daring melalui platform seperti Shopee dan TikTok.

Tidak hanya satu produk, Tim SALACCA juga tengah menyiapkan pengembangan varian baru, salah satunya SALACCA Spicy.

Target Serap 10 Ton Salak Petani

Dalam jangka panjang, Tim SALACCA berharap PURE SALACCA JAM dapat berkembang menjadi salah satu produk oleh-oleh khas Banjarnegara.

Lebih jauh, pengembangan produk tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi bagi petani melalui penyerapan bahan baku lokal secara berkelanjutan.

Tim menargetkan dapat menyerap sekitar 10 ton salak petani setiap tahun apabila usaha tersebut berkembang sesuai rencana.

“Harapannya bukan sekadar menjadi produk lomba. Kami ingin produk ini benar-benar berkembang dan bisa membantu menyerap salak petani. Target jangka panjang kami bisa menyerap sekitar 10 ton salak petani setiap tahun,” kata Rara.

Prestasi Tim SALACCA menunjukkan bahwa komoditas lokal tidak hanya memiliki nilai sebagai bahan pangan segar. Dengan inovasi, kreativitas, dan strategi bisnis yang tepat, salak Banjarnegara dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

PURE SALACCA JAM pun diharapkan menjadi contoh bahwa ide usaha yang lahir dari persoalan di tingkat lokal dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki daya saing di tingkat regional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x