x

Razia Gabungan Lapas Cipinang Nihil Narkoba dan Handphone, Tes Urine Perkuat ZERO HALINAR

waktu baca 3 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 15:00 30 redaksi

JAKARTA, beritafakta.id — Razia gabungan di sejumlah blok hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jumat (18/9/2026), tidak menemukan narkoba maupun handphone. Pengawasan juga diperkuat melalui tes urine terhadap puluhan Warga Binaan serta seluruh petugas yang sedang berdinas malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Cipinang menjaga konsistensi program ZERO HALINAR atau zero handphone, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Razia melibatkan jajaran Pemasyarakatan bersama TNI, BNNK Jakarta Timur, serta unsur Polri, termasuk Brimob. Kegiatan tersebut juga dimonitor langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, mengatakan hasil razia yang nihil narkoba dan handphone menjadi indikator positif. Namun, hasil tersebut menurutnya tidak boleh membuat kewaspadaan jajaran mengendur.

“Tidak ditemukannya narkoba dan handphone tentu menjadi hasil positif, tetapi pengawasan tidak boleh berhenti. ZERO HALINAR harus terus dijaga melalui deteksi dini, pemeriksaan, dan evaluasi secara konsisten. Pengawasan berlaku menyeluruh baik terhadap lingkungan hunian maupun jajaran petugas,” tegas Dr. Syarpani.

Kamar Hunian Disisir, Barang Terlarang Diamankan

Dalam pemeriksaan, petugas gabungan menyisir sejumlah kamar hunian, memeriksa barang pribadi Warga Binaan, serta mengecek titik-titik yang menjadi sasaran pengawasan.

Hasilnya, tidak ditemukan narkoba maupun handphone. Namun, petugas tetap mengamankan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian, antara lain kabel, colokan, serta modifikasi alat pemanas.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Barang-barang tersebut kemudian diamankan, didata, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan kamar. Kontrol juga diperkuat melalui tes urine terhadap puluhan Warga Binaan dan seluruh petugas yang sedang menjalankan dinas malam.

Pemeriksaan terhadap kedua unsur tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba tidak hanya diarahkan kepada Warga Binaan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan integritas petugas pemasyarakatan.

Kanwil Ditjenpas: ZERO HALINAR Butuh Kerja Bersama

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas DK Jakarta, Wachid Wibowo, yang memonitor langsung kegiatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga konsistensi ZERO HALINAR.

“ZERO HALINAR membutuhkan integritas dan kerja bersama. Sinergi dengan TNI, Polri, BNN, dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat melalui langkah nyata, mulai dari deteksi dini hingga pencegahan setiap potensi gangguan keamanan,” tegas Wachid.

Sementara itu, Kepala BNNK Jakarta Timur, Kombes Pol. Almas B. Arrasuli, S.Kom., menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, pemeriksaan bersama dan tes urine merupakan bagian dari deteksi dini untuk mempersempit potensi masuk dan beredarnya narkoba di lingkungan Lapas.

Razia gabungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba serta pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.

Bagi Lapas Cipinang, hasil pemeriksaan yang nihil narkoba dan handphone bukan menjadi titik akhir pengawasan. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi penguat untuk terus menjalankan deteksi dini, evaluasi, dan pengendalian secara konsisten demi menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif bagi proses pembinaan Warga Binaan.

(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x