nampak proyek Revitalisasi )TK Pertiwi Desa Dawuhan sedang di kerjakan progresnya baru 30%.(Berita Fakta.id) Banjarnegara, BeritaFakta.id – Program revitalisasi TK Pertiwi Dawuhan, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), mulai menunjukkan perkembangan positif.

Pembangunan gedung yang dilaksanakan secara swakelola tersebut kini telah mencapai progres sekitar 30 persen. Dalam pelaksanaannya, sekolah juga melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari pemberdayaan warga Desa Dawuhan.
Kepala TK Pertiwi Dawuhan, **Diyan Maslakhah Rahmah, S.Pd.**, mengatakan, revitalisasi gedung sekolah menjadi harapan yang selama ini dinantikan. Setelah melalui tahapan perencanaan hingga pelaksanaan, bantuan pemerintah tersebut akhirnya dapat direalisasikan.
“Secara teknis, mekanisme sudah kami lalui mulai dari perencanaan sampai eksekusi. Saat ini progres pembangunan gedung sudah mencapai sekitar 30 persen. Program revitalisasi ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026,” ujar Diyan, Senin (5/10/2026).

Ia menegaskan, seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk pelaksanaan melalui P2SP, pihak sekolah memanfaatkan muatan lokal karena pembangunan menggunakan sistem swakelola.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembenahan fisik bangunan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap proses pembelajaran.
“Dengan adanya revitalisasi ini, nantinya tercipta lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan kondusif. Fasilitas, khususnya ruang kelas, diharapkan lebih ramah anak, efisien, sekaligus mampu memotivasi peserta didik dan meningkatkan kinerja para guru,” katanya.
Diyan menambahkan, sarana dan prasarana yang telah diperbaiki nantinya akan dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, baik akademik maupun nonakademik.
“Revitalisasi ini diharapkan menjadi pendorong untuk memajukan kualitas akademik maupun nonakademik. Sarana yang memadai akan kami manfaatkan secara optimal untuk mendukung kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi, serta pengembangan bakat peserta didik,” jelasnya.
Pihak sekolah juga berkomitmen menjaga dan memelihara seluruh fasilitas hasil revitalisasi secara berkelanjutan. Menurut Diyan, pembangunan tersebut harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi generasi penerus.
Sementara itu, Kepala Desa Dawuhan, **Mochtar**, menyambut positif revitalisasi TK Pertiwi yang berada di bawah Yayasan Dian Dharma tersebut. Ia menilai pembangunan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan sekaligus memberdayakan masyarakat desa.
“Dengan adanya revitalisasi TK Pertiwi di desa kami yang baru tersentuh melalui pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026, kami berharap sekolah ini dapat menjadi lebih bersih, modern, dan representatif,” ujarnya.
Menurut Mochtar, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan pembangunan. Ia menyebut seluruh tenaga teknis dalam pembangunan revitalisasi tersebut berasal dari warga Desa Dawuhan.
“Yang terpenting, dalam pembangunan atau revitalisasi TK Pertiwi ini, seluruh teknis pelaksanaannya melibatkan warga Desa Dawuhan,” tegasnya.
Ia berharap bantuan revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, keberadaan fasilitas baru diharapkan menjadi titik balik lahirnya budaya sekolah yang lebih berprestasi, ramah anak, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Harapan terbesar kami, bantuan revitalisasi ini menjadi titik balik lahirnya budaya sekolah yang baru, lebih berprestasi, ramah anak, dan relevan dengan perkembangan zaman, demi mencetak generasi penerus yang unggul,” pungkasnya. (Bas)
Tidak ada komentar