BREBES, Beritafakta.id – Kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya diwujudkan melalui pemberian santunan, tetapi juga melalui upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga. PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura melalui Cabang Ketanggungan, Wilayah Brebes Baru Region 11, menyalurkan zakat perusahaan kepada 100 anak yatim sekaligus menggelar edukasi literasi keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal di Aula Kantor Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Kamis (15/10/2026).

Mengusung tema Mengukir Senyuman Anak Yatim, kegiatan tersebut diisi dengan pemberian santunan berupa uang tunai, mukena atau sarung, serta Alquran. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerima sekaligus memberikan perhatian dan dukungan bagi anak-anak yatim.
Asisten Regional Manager 11 Jateng 1 PT MBK Ventura, Resma Nurani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya anak yatim yang membutuhkan dukungan untuk menjalani kehidupan dan melanjutkan pendidikan.
“Saat ini kami melaksanakan kegiatan sosial melalui Cabang Ketanggungan di Kecamatan Ketanggungan dengan memberikan santunan anak yatim berupa uang tunai, mukena atau sarung, dan Alquran,” ujarnya.

Menurut Resma, keterbatasan ekonomi dapat menjadi salah satu tantangan bagi anak yatim dalam memenuhi kebutuhan pendidikan maupun pembinaan mental dan spiritual. Karena itu, pihaknya berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak penerima santunan.
Selain kegiatan sosial, MBK Ventura juga mengajak sekitar 100 peserta dari masyarakat setempat untuk mengikuti edukasi literasi keuangan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga untuk mengenal layanan pembiayaan sekaligus memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak sesuai kemampuan ekonomi keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah produk pembiayaan MBK Ventura, meliputi modal kerja usaha, pembiayaan perbaikan tempat usaha, pembiayaan air dan sanitasi, serta modal kerja mandiri.
Edukasi kemudian dilanjutkan oleh Manajer Kantor OJK Tegal, Aditya Arief Nugraha, yang menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, termasuk pentingnya memahami legalitas penyedia jasa keuangan sebelum memanfaatkan layanan pembiayaan.
Aditya mengingatkan masyarakat agar mampu membedakan pinjaman dari lembaga pembiayaan legal dengan penawaran pinjaman ilegal. Sebelum memutuskan meminjam uang, warga perlu memastikan legalitas penyedia layanan serta memperhitungkan kemampuan membayar agar tidak terjerat kewajiban di luar kemampuan finansial.
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai pinjaman online ilegal dan praktik judi online yang dapat menimbulkan kerugian serta mengganggu kestabilan ekonomi keluarga. Warga diminta tidak mudah tergiur penawaran pinjaman dengan proses yang terlalu mudah maupun janji keuntungan instan.
Staf Kesejahteraan Sosial Kecamatan Ketanggungan, Suwitno, mengapresiasi kegiatan yang memadukan kepedulian sosial dengan edukasi keuangan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dapat membantu masyarakat mengenal MBK Ventura sekaligus menambah pemahaman mengenai layanan keuangan resmi.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengenal MBK Ventura. Melalui kegiatan ini mereka bisa mengenal langsung. Ini langkah awal yang baik, apalagi MBK memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan. Pemberian santunan anak yatim diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana dari Baznas, Ibung, berharap kolaborasi antara MBK Ventura dan Baznas dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Ia juga menyampaikan bahwa MBK Ventura merupakan salah satu perusahaan yang menunaikan zakat perusahaan setiap tahun.
Melalui kegiatan tersebut, penyaluran zakat perusahaan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sementara edukasi literasi keuangan menjadi bekal bagi warga untuk mengambil keputusan finansial secara lebih bijak. Dengan demikian, kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun keluarga yang lebih mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi.
(Rusmono)
Tidak ada komentar