x

Festival Hari Santri Brebes Jadi Ruang Santri Tumbuhkan Potensi, Jaga Tradisi dan Ukir Prestasi

waktu baca 4 menit
Sabtu, 17 Okt 2026 20:01 17 redaksi

BREBES, Beritafakta.id – Festival Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2026 menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta melestarikan tradisi keislaman melalui berbagai kegiatan edukatif dan perlombaan. Kegiatan yang mengusung tema “Menggali Potensi, Merawat Tradisi, Membangun Generasi Islami” tersebut dibuka Wakil Bupati Brebes Wurja di Pondok Pesantren Nurul Hayyah, Desa Bulakelor, Kecamatan Ketanggungan, Sabtu (17/10/2026).

Festival ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak dan santri untuk belajar, berkreasi, serta menunjukkan kemampuan terbaiknya. Berbagai kegiatan, mulai dari mewarnai, hafalan Al-Qur’an, membaca kitab kuning, melantunkan ayat suci, mengumandangkan azan, hingga seni hadroh, menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu agama dan tradisi pesantren.

Wakil Bupati Brebes Wurja menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan ruang bagi generasi muda agar dapat mengembangkan bakat sekaligus memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

“Saya senang melihat semangat ini tumbuh di tengah masyarakat. Anak-anak dan para santri memiliki ruang untuk belajar, berani tampil, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Wurja.

Ia berpesan kepada para santri agar terus meningkatkan semangat belajar, menjaga akhlak, serta menghormati guru dan orang tua. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di pesantren akan semakin bermakna apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Anak-anakku para santri, kalian adalah generasi yang akan menentukan wajah Brebes dan Indonesia pada masa depan. Teruslah belajar, jaga akhlak, hormati guru dan orang tua, serta pegang teguh nilai-nilai agama. Ilmu yang kalian pelajari akan semakin bermakna ketika membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.

Wurja menambahkan, tema festival tahun ini mengandung pesan penting agar santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman. Tradisi pesantren perlu dirawat sebagai bagian dari kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat yang tetap relevan bagi generasi muda.

Ia juga menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, disiplin, sederhana, dan peduli terhadap sesama. Karena itu, keberadaan pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun karakter generasi penerus.

“Pemerintah Kabupaten Brebes menghargai peran para kiai, ustaz, pengasuh pesantren, dan para pendidik yang dengan sabar membimbing generasi muda. Dari pesantren, anak-anak belajar ilmu, kedisiplinan, kesederhanaan, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang kita perlukan untuk mewujudkan Brebes yang berakhlak, maju, dan sejahtera,” jelasnya.

Kepada seluruh peserta, Wurja berpesan agar mengikuti setiap perlombaan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan, melainkan juga proses belajar, keberanian mencoba, dan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan di masa mendatang.

“Menanglah dengan rendah hati dan terimalah hasil perlombaan dengan lapang dada. Jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk terus berkembang,” pesannya.

Melalui festival tersebut, semangat Hari Santri diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama dalam mendorong anak-anak dan generasi muda untuk mencintai ilmu, mengamalkan nilai-nilai agama, serta berkontribusi positif bagi lingkungan. Dukungan keluarga, masyarakat, pesantren, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang tumbuh bagi santri agar mampu berprestasi tanpa meninggalkan akhlak dan tradisi.

Pembukaan Festival Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2026 turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, para asisten Sekretaris Daerah dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, Camat beserta Forkopimcam Ketanggungan, Ketua PCNU Kabupaten Brebes, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Brebes, para pimpinan organisasi keagamaan, pengasuh pondok pesantren, keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Hayyah, serta para kiai, ustaz, dan santri.

Festival ini menjadi salah satu upaya memperkuat peran santri sebagai generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Brebes.

(Rusmono)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x