Indramayu, beritafakta.Id – Proyek pemeliharaan jaringan irigasi Tersier (PJIT) di blok Lungsemut desa Kendayakan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu menuai sorotan dan kekecewaan masyarakat. Pasalnya, kedalaman pekerjaan irigasi dan adukan semen tersebut dipertanyakan dan dinilai perlu mendapat perhatian serius agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, Selasa (3/11/2026)).

Terpantau di lokasi proyek pemeliharaan jaringan irigasi Tersier ( PJIT) Lungsemut tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani Mekar Lestari dengan anggaran Rp. 100.000,000,00 dan menggunakan anggaran APBN Ditjen lahan dan lirigasi pertanian
Sejumlah masyarakat mengungkapkan kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi Tersier di blok Lungsemut tersebut. Mereka berharap pemeliharaan irigasi tersier yang menggunakan anggaran pemerintah Pusat itu dapat dikerjakan secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi para petani, bukannya di kerjakan asal-asalan menggunakan tenaga orang luar bukan masyarakat setempat, makannya belum di lewati air, bangunan irigasi sudah pada longsor alias kurang ada kekuatan semen. Kata warga.
Sejumlah 10 hektar lahan yang harus di Airi khususnya dalam mendukung kelancaran sistem pengairan lahan pertanian, tapi pada kenyataannya pengerjaan di borong kan pihak lain yang tidak berkualitas asal-asalan, imbuhnya warga

Menurut masyarakat, yang lain itu adukan tdak mencukupi semen dan tidak ada galian kedalaman saluran irigasi merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Apabila tidak sesuai dengan perencanaan, dikhawatirkan fungsi saluran dalam menampung dan mengalirkan air tidak dapat berjalan secara optimal.
“Kami berharap pekerjaan ini benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Jangan sampai proyek yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat justru tidak berfungsi maksimal,” ungkap salah seorang warga.
Ketua kelompok Tani Mekar Lestari Desa Kendalikan H. Ismail, mengatakan ” Pekerjaan itu kami borongkan dari anggaran Rp. 100.000.000.00, dipotong 30 ℅, hanya menerima 70.000.000.00, kami borongkan ke pihak lain Rp. 60.000.000.00, yang penting selesai.” Jelas Ketua Kelompok
Sementara Kepala BPP Terisi ibu Nia sahat di hubungi di kantor BPP pada tanggal 2 hari senin, menjelaskan PJIT itu kami tidak tahu itu aspirasi. Jelasnya
Masyarakat juga meminta pihak terkait untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan kesesuaian kedalaman, matrial semen sudah pas belum perbandingannya agar hasinya berkualitas pekerjaan, serta pelaksanaan proyek dengan perencanaan awal.ungkapnya warga
Warga juga menambahkan pengerjaan irigasi tersebut pada kenyataan di lapangan belum di gunakan untuk aliran air sudah pada jebol dan longsor. Imbuhnya
Selain itu, aparat pengawasan internal maupun aparat penegak hukum (APH) diharapkan dapat melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. (bang)
Tidak ada komentar