Zuli Zulkipli, S.H: OTT KPK Kini Tak Lagi Menarik, Berubah Jadi Dagelan Publik

Kamis, 11 Desember 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi, Beritafakta.id — Kritik tajam terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mencuat dari kalangan pegiat hukum. Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna Bakti Negara, Zuli Zulkipli, S.H, menilai lembaga antirasuah tersebut kini kehilangan wibawa serta kepercayaan publik. Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dahulu menjadi aksi paling ditunggu masyarakat, kini menurutnya tak lagi menarik dan bahkan berubah menjadi “dagelan publik”.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis (11/12/2025), Zuli menyebut bahwa OTT KPK dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi memberikan efek kejut maupun kejelasan tindak lanjut hukum. Ia menilai pola penindakan KPK kerap memicu kegaduhan sesaat tanpa progres nyata dalam pemberantasan korupsi.

“OTT KPK dulu adalah simbol keberanian, tapi sekarang justru dipertanyakan efektivitasnya. Banyak kasus berhenti di tengah jalan, sementara isu korupsi di daerah terus meningkat. Masyarakat lama-lama melihatnya sebagai dagelan,” ungkapnya.

Soroti Lemahnya Pengawasan dan Indikasi Penyimpangan

Zuli juga menyoroti berbagai persoalan di daerah, mulai dari dugaan penyimpangan anggaran hingga proyek-proyek yang rawan permainan. Ia menyebut lemahnya pengawasan internal — termasuk terkait NPCI hingga Sekretariat DPRD — memperlihatkan rapuhnya tata kelola pemerintahan di sejumlah daerah.

“Ketika daerah-daerah terus menjadi sorotan, ini pertanda penindakan tidak berjalan maksimal. OTT KPK seolah hanya menangkap aktor kecil, sementara akar persoalan tidak pernah dibongkar,” tegasnya.

Menurutnya, situasi tersebut memperjelas bahwa OTT yang dilakukan KPK selama ini belum mampu menyentuh akar permasalahan, sehingga tidak memberi efek jera bagi para pelaku korupsi, terutama di level daerah.

Kepercayaan Publik terhadap KPK Terus Menurun

Zuli Zulkipli juga menyoroti merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap KPK akibat sejumlah kontroversi internal, perubahan regulasi, hingga dinamika politik yang melingkupi lembaga tersebut. Ia menyebut bahwa berbagai faktor itu membuat citra KPK semakin meredup.

Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme OTT, mulai dari proses pengumpulan informasi, koordinasi antarlembaga penegak hukum, hingga pengembangan perkara ke tingkat yang lebih strategis.

“Kalau KPK ingin kembali dipercaya, langkah pertama adalah mengembalikan integritas lembaga. Perkuat sumber daya manusia, perbaiki pola kerja, dan hentikan manuver yang membuat publik bingung. Pemberantasan korupsi itu bukan tontonan, tapi kerja serius,” ujarnya.

Dorong Penegakan Hukum yang Lebih Tegas dan Konsisten

Selain itu, Zuli berharap pemerintah pusat dan DPR RI memberikan ruang serta dukungan penuh agar KPK kembali dapat beroperasi secara independen dan efektif. Ia menegaskan bahwa masyarakat di daerah, termasuk Kabupaten Bekasi, sangat menantikan penegakan hukum yang tegas demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Jika OTT hanya menjadi aksi seremonial tanpa pembenahan sistemik, maka zona merah korupsi di berbagai daerah tidak akan pernah berkurang. KPK harus bangkit, bukan menjadi bahan tertawaan publik,” tutupnya.

(Haris Pranatha)

Berita Terkait

Kolaborasi Kilat 10 Hari! Rumah Reyot Warga Krandegan Disulap Jadi Hunian Layak
Pembangunan Jalan Merden–Kali Tengah Banjarnegara Dimulai, Anggaran Rp 8,8 Miliar
Wujudkan Financial Freedom, Pemkab Brebes Bekali ASN Hadapi Purna Tugas
Kolaborasi CSR Hadirkan 10 Rumah Sejuta Harapan, Rumah Layak Huni di Brebes
Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta
Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:57 WIB

Kolaborasi Kilat 10 Hari! Rumah Reyot Warga Krandegan Disulap Jadi Hunian Layak

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:48 WIB

Pembangunan Jalan Merden–Kali Tengah Banjarnegara Dimulai, Anggaran Rp 8,8 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 19:20 WIB

Wujudkan Financial Freedom, Pemkab Brebes Bekali ASN Hadapi Purna Tugas

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta

Kamis, 30 April 2026 - 09:12 WIB

Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan

Berita Terbaru