Awal 2026, Proyek Puskesmas Sibanggor Jae Belum Rampung: Jadwal Terlewati, Pengawasan Dipertanyakan

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, ~ Memasuki hari pertama tahun 2026, pekerjaan Pengembangan atau Renovasi Puskesmas Sibanggor Jae di Kabupaten Mandailing Natal masih terlihat berlangsung di lapangan. Padahal, berdasarkan papan proyek, jadwal pelaksanaan seharusnya berakhir pada 25 Desember 2025.

 

Pantauan Tim Redaksi menunjukkan sejumlah pekerja masih melakukan aktivitas konstruksi pada beberapa bagian bangunan yang belum rampung. Fakta ini mengindikasikan bahwa target waktu kontrak belum terpenuhi sebagaimana perencanaan awal.

 

Ketika dimintai keterangan mengenai progres pekerjaan, para pekerja di lokasi memilih tidak memberikan tanggapan. Mereka tampak enggan menjawab pertanyaan dan menghindari interaksi dengan awak media.

 

Keterlambatan ini menambah sorotan publik, mengingat proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp5,08 miliar hingga Rp5,1 miliar. Proyek ini berkaitan langsung dengan fasilitas layanan kesehatan yang menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.

 

Selain persoalan jadwal, metode kerja di lapangan juga memunculkan tanda tanya. Hingga mendekati akhir masa pelaksanaan, masih ditemukan penggunaan mixer molen dalam pekerjaan pengecoran.

 

Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai kesesuaian metode kerja dengan dokumen kontrak serta spesifikasi teknis dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Standar mutu beton menjadi perhatian penting, mengingat bangunan fasilitas kesehatan menuntut kekuatan dan ketahanan jangka panjang.

 

Sorotan kian menguat dengan minimnya kehadiran konsultan pengawas di lokasi proyek. Lemahnya pengawasan teknis dikhawatirkan berdampak pada kualitas pekerjaan dan berpotensi menimbulkan risiko struktural di kemudian hari.

Sejumlah pihak mendorong agar dilakukan audit menyeluruh, baik secara teknis maupun administrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak adanya potensi kerugian keuangan negara serta menjamin mutu bangunan sesuai standar fasilitas kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pihak kontraktor, maupun konsultan pengawas belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pekerjaan, dugaan penyimpangan jadwal, maupun kesesuaian spesifikasi teknis proyek tersebut. Tim Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.

(Magrifatulloh).

Berita Terkait

Wujudkan Financial Freedom, Pemkab Brebes Bekali ASN Hadapi Purna Tugas
Kolaborasi CSR Hadirkan 10 Rumah Sejuta Harapan, Rumah Layak Huni di Brebes
Makin Rawan di Kabupaten Bekasi, SDN Sukaraya 01 Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta
Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan
Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur
Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024
Diduga Kerusakan Kelistrikan, Mobil Warga Terbakar Saat Mesin Dipanasi Pemilik
Polres Matangkan Strategi Pengamanan dan TFG Antisipasi Membludaknya Jamaah, Hadirnya Gus Iqdam di Brebes
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:20 WIB

Wujudkan Financial Freedom, Pemkab Brebes Bekali ASN Hadapi Purna Tugas

Kamis, 30 April 2026 - 19:18 WIB

Kolaborasi CSR Hadirkan 10 Rumah Sejuta Harapan, Rumah Layak Huni di Brebes

Kamis, 30 April 2026 - 09:12 WIB

Desa Jatilawang Terimbas Angin Puting Beliung, 20 Rumah Milik Warga Mengalami Kerusakan

Kamis, 30 April 2026 - 09:09 WIB

Menteri PPPA Minta Maaf, Tegaskan Fokus Penanganan Trauma dan Perlindungan Anak Korban Tragedi Kreta Api Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 - 09:04 WIB

Praktik Culas Absensi Fiktif ASN Pemkab Brebes Berjalan Sejak 2024

Berita Terbaru