Panen Raya Susukan Diproyeksikan Surplus, Stok Beras Jelang Idul Fitri Dinilai Aman.

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Padi mulai menguning, menandai panen raya akhir Februari–Maret 2026 di Kecamatan Susukan. (Dok. Bas/Berita Fakta.id)

Foto: Padi mulai menguning, menandai panen raya akhir Februari–Maret 2026 di Kecamatan Susukan. (Dok. Bas/Berita Fakta.id)

Banjarnegara, Berita Fakta.id – Hamparan sawah yang mulai menguning di Kecamatan Susukan menjadi pertanda datangnya panen raya Februari–Maret 2026. Di tengah meningkatnya kebutuhan beras menjelang Idul Fitri, proyeksi kenaikan produksi padi di wilayah ini menjadi kabar menggembirakan sekaligus strategis bagi ketahanan pangan daerah.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Susukan, Sulistiyo, S.TP, mengungkapkan bahwa estimasi luas tanam musim pertama mencapai 1.222 hektare. Dari hasil ubinan di sejumlah titik sampel, rata-rata produktivitas tercatat 6,8 ton per hektare.

“Jika dikalikan luas tanam 1.222 hektare, estimasi produksi mencapai sekitar 8.309,6 ton. Namun angka ini masih sementara karena belum semua desa dipanen dan belum seluruh lokasi diambil sampel,” jelas Sulistiyo, Rabu (25/2/2026).

Produktivitas Fluktuatif, Hama Jadi Catatan

Meski menunjukkan tren positif dibanding musim kemarau lalu, produktivitas padi di Susukan tetap menghadapi dinamika lapangan, terutama akibat serangan hama.

“Dibanding musim kemarau lalu tentu ada kenaikan. Namun untuk perbandingan antarmusim tanam saat ini belum bisa disimpulkan secara menyeluruh, karena ada lokasi yang terdampak hama sehingga produktivitasnya berbeda-beda. Secara estimasi kurang lebih sama,” ujarnya.

Variasi hasil tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan panen tak hanya ditentukan luas lahan, tetapi juga ketahanan tanaman terhadap organisme pengganggu.

Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

Ke depan, arah kebijakan budidaya di Susukan mulai difokuskan pada pola pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ketergantungan pada pupuk kimia secara bertahap ditekan melalui pemupukan berimbang dan penggunaan pupuk organik.

“Kami mendorong penggunaan pupuk organik agar tidak bergantung penuh pada bahan kimia. Pemupukan berimbang penting karena jika berlebihan justru memicu serangan hama. Tanaman terlihat hijau, tetapi tidak sehat secara budidaya,” katanya.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) selama musim tanam juga didukung anggaran APBD II dari Dinas Pertanian Kabupaten Banjarnegara berupa bantuan pestisida untuk mengatasi wereng, tikus, dan penyakit tanaman lainnya.

Kontribusi Stok Lokal Dipastikan Aman

Menjelang Idul Fitri, distribusi hasil panen menjadi perhatian utama. Sulistiyo memastikan sebagian besar panen berlangsung sebelum Lebaran, sehingga kebutuhan beras wilayah Susukan relatif aman.

“Untuk kebutuhan wilayah Susukan saya rasa aman. Kalau seluruh panen sudah terealisasi dan dihitung berdasarkan jumlah penduduk, seharusnya surplus. Bahkan secara estimasi, produksi ini bisa menopang kecamatan lain,” tegasnya.

Meski demikian, kontribusi riil terhadap surplus daerah baru dapat dihitung pasti setelah seluruh lahan selesai dipanen.

Skema Serap Gabah dan Dinamika Harga

Terkait stabilitas harga, pihaknya telah menyosialisasikan program Serap Gabah Petani (Sergap) oleh Perum Bulog dengan standar harga Rp6.500 per kilogram gabah kering panen (GKP).

“Bulog siap menyerap sesuai harga tersebut. Namun di lapangan, harga pedagang lokal saat ini setara dengan Bulog sehingga petani lebih memilih menjual langsung ke pedagang. Jika harga turun di bawah standar, kami akan berkoordinasi agar Bulog turun menyerap,” jelasnya.

Penggunaan mesin combine harvester juga dinilai mampu meningkatkan kualitas gabah dan nilai jualnya.

“Jika menggunakan mesin combine, kualitas gabah lebih baik dan harga bisa mencapai Rp6.700 per kilogram. Di Susukan alat ini sudah tersedia, namun belum dimanfaatkan optimal. Ke depan akan dikelola melalui Pokja tingkat kecamatan,” tambahnya.

Tantangan Pola Tanam Serempak

Salah satu pekerjaan rumah terbesar di Susukan adalah belum serempaknya pola tanam. Padahal, tanam serempak dinilai efektif menekan serangan hama dan membuka peluang panen hingga tiga kali setahun.

“Tanam serempak penting untuk menekan serangan hama dan membuka peluang panen hingga tiga kali setahun. Ini yang terus kami dorong melalui penyuluhan,” ujarnya.

Mayoritas petani menanam varietas Inpari dan Logawa, sementara sebagian kecil masih mempertahankan padi lokal untuk konsumsi keluarga.

Harapan Penguatan Anggaran Daerah

Di akhir pernyataannya, Sulistiyo berharap Pemerintah Kabupaten Banjarnegara lebih serius memperkuat sektor pertanian melalui dukungan anggaran daerah.

“Dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, seharusnya dukungan sarana dan prasarana pertanian diperkuat dari APBD daerah. Selama ini kami masih banyak mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.

Panen raya Susukan bukan sekadar musim menuai hasil, melainkan indikator penting ketahanan pangan Banjarnegara. Di tengah tantangan hama, fluktuasi harga, dan pola tanam yang belum serempak, proyeksi surplus menjadi sinyal optimistis bagi stabilitas pasokan beras menjelang hari besar keagamaan.

Penulis : Baskoro

Editor : azizah

Berita Terkait

Reses BULD DPD RI, Aspirasi Pendidikan Hingga Badan Guru Nasional Diserap
Tuntaskan Daerah Tertinggal, Mendes Yandri Tegaskan Perlu Kolaborasi
Rokok Diduga Ilegal Marak Beredar di Denpasar dan Kuta
Budi Mulyawan Dorong Theater Mini untuk Perkuat Ekosistem Film Pendek Nasional
Ramadhan Tetap Bermakna, Rutan Batam Jembatani Kasih Keluarga Lewat Layanan Takjil
Intervensi Pasar Perkuat Daya Beli, Perumda Aneka Usaha Karya Praja Gelar Operasi Pangan Terbatas
HRGA Minta Klarifikasi Tatap Muka, Redaksi Tunggu Jawaban Tertulis PT Bestprofit Futur
Tarhim Bersama Warga Sigaluh, Pj Sekda Promosi Kegiatan Hari Jadi ke-455
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:07 WIB

Reses BULD DPD RI, Aspirasi Pendidikan Hingga Badan Guru Nasional Diserap

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:17 WIB

Tuntaskan Daerah Tertinggal, Mendes Yandri Tegaskan Perlu Kolaborasi

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:32 WIB

Panen Raya Susukan Diproyeksikan Surplus, Stok Beras Jelang Idul Fitri Dinilai Aman.

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:18 WIB

Rokok Diduga Ilegal Marak Beredar di Denpasar dan Kuta

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:51 WIB

Budi Mulyawan Dorong Theater Mini untuk Perkuat Ekosistem Film Pendek Nasional

Berita Terbaru

featured

Cikini Arus Utama: Dari Nongkrong Jadi Legenda

Kamis, 26 Feb 2026 - 12:30 WIB

Nasional

Kolaborasi PANRB dan Kemenpora Tingkatkan Kapasitas Aparatur

Kamis, 26 Feb 2026 - 12:11 WIB