Banjarnegara, Beritafakta.id– Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) pangan di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2026 mengalami lonjakan signifikan hingga 73,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring perluasan data penerima manfaat yang bersumber dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Penyaluran bantuan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter tersebut dilaksanakan oleh Perum Bulog, dengan distribusi untuk alokasi Februari hingga April 2026, termasuk pasca Lebaran.
Pada Rabu (15/4/2026), penyaluran dilakukan di Kecamatan Madukara, Kegiatan ini merupakan bagian dari distribusi serentak di sejumlah wilayah di Banjarnegara.
Petugas Perum Bulog Banyumas, Krisyanto, menjelaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan penugasan penyaluran berdasarkan data yang diterima dari Bapanas.
“Mekanismenya, Bulog menerima surat perintah dari Bapanas untuk menyalurkan bantuan. Setiap penerima mendapatkan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk dua alokasi, yaitu Februari dan Maret,” ujarnya.
Ia menegaskan, bantuan pangan ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas harga, khususnya beras di pasaran.
“Dari testimoni penerima, bantuan ini sangat membantu. Selain itu, juga mampu menekan inflasi daerah. Harga beras yang biasanya naik saat tidak panen, dengan adanya bantuan ini menjadi lebih stabil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Krisyanto menyebutkan bahwa beras yang disalurkan merupakan jenis IR medium. Sementara minyak goreng merek Kita disediakan oleh pihak ketiga, bukan dari Bulog.
Distribusi Bertahap di 20 Kecamatan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di 20 kecamatan di Banjarnegara, menyesuaikan kesiapan desa serta ketersediaan minyak goreng. Hingga saat ini, distribusi telah berjalan di enam kecamatan, yakni Purwareja Klampok, Susukan, Sigaluh, Pandanarum, dan Madukara.
Untuk Kecamatan Madukara sendiri, tercatat sebanyak 6.668 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut.
Krisyanto menambahkan, Bulog Cabang Banyumas membawahi empat kabupaten, termasuk Banjarnegara, dan seluruh proses penyaluran mengacu pada data pusat.
“Bulog pada dasarnya hanya menyalurkan. Data penerima sepenuhnya dari Bapanas. Berapa pun jumlahnya, kami siap menyalurkan,” tegasnya.
Kenaikan Data Dipicu Perluasan Desil 1–4.
Terkait lonjakan jumlah penerima, Krisyanto mengungkapkan bahwa peningkatan hingga 73,93 persen terjadi pada alokasi Februari–Maret 2026. Data penerima diambil dari kategori desil 1 hingga 4, yang mencakup kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Seluruh data tersebut terintegrasi melalui aplikasi berbasis sistem pusat, sehingga proses distribusi menjadi lebih terkontrol dan akurat.
“Data langsung masuk dari pusat melalui aplikasi. Untuk Madukara, jumlah KPM relatif lebih sedikit dibanding kecamatan lain, sehingga penyaluran ditargetkan bisa selesai dalam satu hari,” pungkasnya.
Penulis : Baskoro
Editor : azizah






