Banjarnegara, Berita Fakta.id – Aksi cepat dan kolaboratif kembali ditunjukkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Banjarnegara dalam upaya penanganan kemiskinan. Sebuah rumah tidak layak huni (RTLH) milik Nuryati, warga RT 3 RW 9 Kelurahan Krandegan, Kecamatan Banjarnegara, mulai direhabilitasi melalui sinergi lintas sektor, Kamis (30/4/2026).
Program bedah rumah tersebut melibatkan Pemerintah Kelurahan Krandegan, Yayasan Kita Peduli Banjarnegara (YKPB), serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tamansiswa Banjarnegara sebagai mitra pendukung.
Lurah Krandegan, Sudirman, menjelaskan bahwa kegiatan ini didukung oleh berbagai sumber pendanaan, termasuk bantuan sosial dari pihak kampus sebesar Rp10 juta, yang kemudian diperkuat oleh YKPB dan donatur lainnya.
“Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi dua unit rumah warga kurang mampu, salah satunya milik Ibu Nuryati,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kondisi rumah Nuryati sebelumnya tergolong sangat memprihatinkan. Bangunan tidak memiliki dinding yang layak, atap dalam kondisi rawan roboh, serta belum dilengkapi fasilitas sanitasi dasar seperti kamar mandi dan jamban.
Proses rehabilitasi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga sekitar. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 10 hari agar rumah dapat segera dihuni dengan kondisi yang lebih aman dan sehat.
“Fokus pembangunan meliputi pemasangan tembok, perbaikan atap, serta penyediaan fasilitas sanitasi seperti jamban, septic tank, dan bak mandi. Kami ingin rumah ini benar-benar layak dan nyaman untuk ditempati,” tambah Sudirman.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Banjarnegara, Sila Satriana, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam program tersebut.
Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi berbagai elemen masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia berharap, langkah serupa dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Banjarnegara.
Di sisi lain, Nuryati mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih kepada semua yang sudah membantu. Rumah saya akhirnya bisa diperbaiki,” ucapnya.
(Kominfo Bna)











