Bukan Sekedar Bantuan, SPRIN Jadi Harapan Baru bagi Ibu Hamil di Brebes

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Beritafakta.id – Kegiatan sosial bertajuk Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) digelar di Rumah Sakit Umum Islami Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung, Kabupaten Brebes, Selasa (12/5/2026).

Program berskala nasional yang diinisiasi oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tersebut menjadi langkah nyata dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI), bayi stunting, serta kanker serviks di Indonesia.

Gerakan ini hadir sebagai respons atas masih tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia yang mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Selain itu, program SPRIN juga ingin mengubah pandangan bahwa kesehatan perempuan bukan sekedar isu sektoral, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) dr Prihati Pujowaskito mengapresiasi RSU Islami Mutiara Bunda yang dinilai menjadi motor penggerak pelaksanaan program sosial tersebut di Brebes.

“Ini merupakan aksi yang sangat mulia. Dan ini wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan swasta yang patut dicontoh. Program ini juga akan membantu Program JKN, khususnya pada sektor layanan bagi ibu-ibu hamil yang bersiap melahirkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai penanggung jawab Program JKN, fasilitas kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan akses layanan kesehatan ibu dan bayi berjalan optimal. Menurutnya, hasil kajian implementasi JKN terbukti mampu meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan sekaligus menurunkan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat secara signifikan.

dr Prihati juga memberikan sejumlah masukan agar program tersebut semakin optimal. Salah satunya dengan memperluas cakupan kepesertaan JKN bagi ibu hamil di Brebes.

“Pastikan tidak ada satu pun ibu hamil di Brebes yang tidak terlindungi JKN. Fasilitas kesehatan harus proaktif berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah hingga pemerintah desa agar seluruh ibu hamil, terutama dari keluarga kurang mampu, terdaftar sebagai peserta JKN aktif,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal POGI dr Ulul Albab SpOG menjelaskan, penyebab angka kematian ibu kini mengalami pergeseran. Jika sebelumnya didominasi oleh perdarahan dan hipertensi dalam kehamilan, saat ini komplikasi penyakit non-obstetri menjadi faktor utama.

“Sekarang penyebab tertinggi angka kematian ibu bergeser menjadi komplikasi non-obstetri seperti penyakit jantung dan penyakit penyerta lainnya,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan angka kematian ibu tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan semata.

“Kalau boleh jujur, yang bertanggung jawab terhadap angka kematian ibu bukan cuma kami tenaga kesehatan. Hampir 32 persen disebabkan penyakit penyerta komplikasi non-obstetri. Selain itu, kanker serviks juga masih menjadi persoalan serius,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 ibu hamil menerima bantuan paket nutrisi berupa vitamin, susu hamil, telur, dan beras. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan calon bayi.

Bupati Brebes Paramitha widya Kusuma Bersama Dirut BPJS Kesehatan juga Sekretaris Jenderal POGI menyempatkan untuk melihat langsung proses screening ibu hamil di RSU Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung.

“Makan makanan yang sehat, jangan makan makanan yang tidak ada gizinya, apalagi yang instan kayak mi, seblak. Perbanyak makan buah-buahan, sayur-sayuran, ikan ya, sehat selalu kemudian lancar persalinannya,” ucap Paramitha saat berbincang dengan salah satu ibu hamil saat melakukan USG.

Salah satu penerima bantuan, Tanti, warga Desa Sengon, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah dan pihak rumah sakit.

“Saya mendapatkan bantuan vitamin, susu hamil, telur, dan beras dari Ibu Bupati dan Rumah Sakit Mutiara Bunda. Terima kasih untuk Ibu Bupati Brebes atas bantuannya. Semoga bermanfaat bagi ibu-ibu hamil di Indonesia, khususnya di Kabupaten Brebes,” ucap Tanti penuh haru.

Melalui Gerakan SPRIN, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan perempuan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan sektor swasta dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Rusmono

Berita Terkait

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?
Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan IID 2025, Inovasi Karya Warsito Eko Dorong Penurunan Pengangguran di Brebes
SK PPPK Brebes di Perpanjang, Tegaskan Komitmen Pemda Jaga Pelayanan Publik
Asrofi Semakin Menguat Menuju Ketua DPC Partai Demokrat Brebes, Melalui Konsolidasi Didukung 12 PAC
Lewat Bantuan Sosial, Pemkab Brebes Bangun Optimisme Anak Yatim
RSUD Brebes Resmi Soft Launching Layanan Cathlab, Siap Tangani Darurat Jantung 24 Jam
Dari Seni Mural hingga Literasi AI Wadahi Kreativitas Pemuda, Polres Brebes Gelar Youth Festival
Kecelakaan Tunggal di Kalimanah, Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:18 WIB

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:58 WIB

Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan IID 2025, Inovasi Karya Warsito Eko Dorong Penurunan Pengangguran di Brebes

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:55 WIB

Bukan Sekedar Bantuan, SPRIN Jadi Harapan Baru bagi Ibu Hamil di Brebes

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:54 WIB

SK PPPK Brebes di Perpanjang, Tegaskan Komitmen Pemda Jaga Pelayanan Publik

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Lewat Bantuan Sosial, Pemkab Brebes Bangun Optimisme Anak Yatim

Berita Terbaru