Di balik tangis pertama seorang bayi yang lahir ke dunia, ada perjuangan panjang, ketegangan, sekaligus harapan besar yang mengiringinya. Bagi dr. Andi Ahmed Onterio, Sp.OG, setiap proses persalinan bukan sekadar tugas profesi, melainkan momen penuh makna yang menghadirkan kebahagiaan tersendiri.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang bertugas di RSIA Yasira Bulukumba serta RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba ini dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan. Lulusan Obgyn Universitas Hasanuddin tahun 2023 tersebut merupakan anak pertama dari empat bersaudara dan kini membangun keluarga bersama sang istri, dr. Dini Pratiwi, serta putri tercinta mereka, A. Aurelizia Qiana Putri.
Bagi dr. Andi Ahmed Onterio, menjadi dokter kandungan adalah panggilan hati. Ia mengaku selalu menikmati momen ketika menyaksikan keajaiban kelahiran dan berbagi kebahagiaan dengan pasien beserta keluarganya.
“Setiap bayi lahir membawa cerita dan harapan baru. Ada kepuasan batin tersendiri ketika bisa membantu ibu melewati proses persalinan dengan selamat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, profesi yang digelutinya juga memberinya kesempatan untuk memberikan dampak besar bagi kesehatan reproduksi perempuan. Dalam pekerjaannya, ia tidak hanya melakukan tindakan medis maupun operasi, tetapi juga membangun komunikasi yang dekat dengan pasien agar mereka merasa aman dan nyaman.
Namun, di balik profesi mulia tersebut, terdapat pengorbanan besar yang harus dijalani. Jam kerja ekstrem menjadi bagian dari kesehariannya. Sebagai dokter spesialis kandungan, ia harus selalu siap dipanggil kapan saja, baik pagi, malam, bahkan saat waktu bersama keluarga.
Tekanan mental juga menjadi tantangan tersendiri. Dunia obstetri dan ginekologi dikenal sebagai bidang dengan risiko tinggi karena menyangkut keselamatan dua nyawa sekaligus: ibu dan bayi. Kondisi tersebut menuntut ketelitian, kesiapan mental, dan stamina prima, terutama ketika harus menghadapi operasi mendadak.
Perjalanan menuju gelar spesialis pun bukan hal mudah. Masa pendidikan dokter spesialis atau PPDS dijalaninya dengan penuh perjuangan, mulai dari beban akademik yang berat hingga jadwal praktik yang menguras tenaga dan waktu.
Meski demikian, seluruh tantangan itu seolah terbayarkan ketika melihat ibu dan bayi dapat selamat dan sehat. Baginya, kebahagiaan pasien menjadi energi terbesar untuk terus mengabdi di dunia kesehatan.
Dedikasi dr. Andi Ahmed Onterio, Sp.OG menjadi gambaran bagaimana profesi dokter kandungan bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga tentang pengabdian, ketulusan, dan keberanian untuk selalu hadir di setiap detik paling menentukan dalam kehidupan manusia.












