Banjarnegara, BeritaFakta.id– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pembangunan wilayah selatan Jawa Tengah tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antardaerah dalam kawasan pengembangan *Wonobanjar* dan *Cibalingmas* dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Penegasan itu disampaikan saat memimpin Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Dipayuda Adigraha Banjarnegara, Senin (18/5/2026). Forum tersebut mempertemukan kepala daerah dari Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Wonosobo untuk menyatukan arah pembangunan kawasan selatan Jateng.
“Potensi wilayah selatan Jawa Tengah sangat besar, mulai dari pertanian, wisata, budaya hingga sumber daya alam. Kalau dikelola terintegrasi, kawasan ini bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi baru,” kata Luthfi.
Dalam forum itu, gubernur juga menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah berbasis masyarakat desa. Menurutnya, sektor pariwisata tidak hanya mengejar kunjungan wisatawan, tetapi harus mampu memberi dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
“Ekonomi syariah juga harus tumbuh menjadi sistem ekonomi kerakyatan yang kuat di desa-desa,” ujarnya.
Rembug pembangunan berlangsung dinamis dengan berbagai usulan strategis dari kepala daerah. Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyoroti kondisi sedimentasi Waduk Mrica yang disebut telah mencapai 93 persen dan membutuhkan penanganan serius dari hulu hingga hilir.
“Waduk Mrica butuh penanganan segera. Persoalan ini menyangkut lingkungan, irigasi, hingga keberlangsungan energi,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang menilai penanganan DAS Serayu harus menjadi perhatian bersama. Ia juga mendorong penguatan kawasan wisata dataran tinggi terpadu Banjarnegara–Wonosobo untuk meningkatkan daya tarik kawasan Dieng sebagai destinasi internasional.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengusulkan penguatan kerja sama lintas daerah di sektor pendidikan, kesehatan, dan industri kreatif guna meningkatkan daya saing kawasan Banyumas Raya.
Ia juga mengusulkan agar layanan Trans Jateng diperluas hingga Wonosobo. Selain itu, ia kembali menyinggung rencana reaktivasi jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Rembug pembangunan yang dimoderatori Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, berlangsung hangat dengan tema *Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.(Bas)






