Benteng Hijau untuk Randusanga Kulon, 3.700 Mangrove Ditanam Cegah Abrasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Beritafakta.id – Sebanyak 3.700 bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Penanaman mangrove tersebut menjadi upaya nyata membangun benteng hijau untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi yang selama ini menggerus lahan tambak dan permukiman masyarakat, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu melibatkan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, Komandan POS TNI AL Kluwut Kabupaten Brebes, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V, Cabang Dinas Kelautan Wilayah Barat Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes Mochamad Sodiq mengatakan, tingkat abrasi di Randusanga Kulon saat ini sudah cukup tinggi sehingga diperlukan langkah konkret untuk mengurangi dampaknya. Salah satunya melalui penanaman mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pesisir.

“Tingkat abrasi sudah tinggi, maka kita hari ini mencoba menanam 3.700 mangrove. Harapannya bisa hidup dan tumbuh semuanya sehingga wilayah Desa Randusanga Kulon abrasinya bisa dicegah,” ujarnya.

Menurut Sodiq, penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen menjaga lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir. Ia mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan dengan menanam pohon di lingkungan masing-masing.

“Terkait Hari Lingkungan Hidup Sedunia, mari kita peduli terhadap lingkungan. Paling tidak satu orang menanam satu pohon, baik di pekarangan rumah maupun di kawasan pesisir dan hutan mangrove,” ajaknya.

Kepala Desa Randusanga Kulon Afan Setiono mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Brebes, organisasi perangkat daerah, hingga Cabang Dinas Kehutanan dan Kelautan Wilayah Barat Provinsi Jawa Tengah yang terus memberikan perhatian terhadap persoalan abrasi di wilayahnya.

Ia menjelaskan, abrasi telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dan pada periode tertentu air laut kerap menggenangi permukiman warga.

“Dengan adanya penanaman pohon mangrove ini, salah satu langkah pencegahan abrasi yang meluas di wilayah Desa Randusanga Kulon. Pohon mangrove sangat bagus untuk menahan laju ombak dari laut,” katanya.

Afan menuturkan, saat terjadi fenomena pasang air laut atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai peteruhan, empat wilayah RW kerap tergenang. Bahkan, air laut dapat masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar satu meter.

Karena itu, lanjutnya, penanaman mangrove perlu terus digelorakan. Selain berfungsi melindungi pantai, mangrove juga mampu meningkatkan sedimentasi yang berdampak positif bagi keberlanjutan tambak dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Sebagai bentuk dukungan, masyarakat yang memiliki tambak mulai menanam propagul mangrove secara mandiri. Program tersebut akan diperluas setelah memasuki masa panen propagul pada Juli mendatang, sekaligus menjadi upaya pelestarian yang melibatkan warga secara langsung.

“Kami juga akan melakukan perlindungan terhadap mangrove yang ditanam masyarakat karena manfaatnya sangat besar untuk mencegah abrasi di wilayah Randusanga Kulon,” tegas Afan.

Sementara itu, Perwakilan Cabang Dinas Kelautan (CDK) Wilayah Barat Provinsi Jawa Tengah Adi Purwanto menegaskan, komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung pelestarian kawasan pesisir di Brebes. Bahkan, pihaknya menargetkan penanaman tambahan sebanyak 5.000 batang mangrove pada tahun depan.

“Kami sangat mendukung program-program agar wilayah pesisir tetap lestari dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ke depan kami upayakan ada penanaman 5.000 batang mangrove lagi serta dukungan terhadap penetapan kawasan konservasi,” ujarnya.

Adi berharap, penguatan ekosistem mangrove dapat melindungi kawasan budidaya tambak dari ancaman abrasi. Dengan demikian, masyarakat pesisir tetap dapat mempertahankan mata pencaharian mereka sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Rusmono

Berita Terkait

Tangis Bahagia Pecah di Islamic Center Brebes, Ratusan Jemaah Haji Kloter 6 Pulang ke Tanah Air
Tangis Haru Warga Sridadi Pecah Saat Peluk Bupati Brebes Terima Bantuan Bencana
Polda Jateng Musnahkan Ratusan Barang Bukti Narkotika Hasil Ungkap 449 Kasus Periode April-Juni 2026
Kendal Aktifkan Kembali Satgas MBLB Pasca-Kritik Tambang Viral
Dua Tahun Menanti Kepastian, Korban Dugaan Penarikan Mobil Paksa Tempuh Jalur Hukum
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Banjarnegara Galakkan Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim
Banjarnegara Canangkan Gerakan 1 Juta Biopori untuk Atasi Sampah Organik
Wayang Golek Santri Jadi Media Edukasi Generasi Emas dan Keamanan Digital di Brebes
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:19 WIB

Tangis Bahagia Pecah di Islamic Center Brebes, Ratusan Jemaah Haji Kloter 6 Pulang ke Tanah Air

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:17 WIB

Tangis Haru Warga Sridadi Pecah Saat Peluk Bupati Brebes Terima Bantuan Bencana

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:16 WIB

Benteng Hijau untuk Randusanga Kulon, 3.700 Mangrove Ditanam Cegah Abrasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:05 WIB

Polda Jateng Musnahkan Ratusan Barang Bukti Narkotika Hasil Ungkap 449 Kasus Periode April-Juni 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:02 WIB

Dua Tahun Menanti Kepastian, Korban Dugaan Penarikan Mobil Paksa Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

Nasional

Indarto Kusnohadi, Jabat Dan Poltekad

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:58 WIB