Punya Fasilitas Lengkap, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan Siap Sambut MPLS

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7). Setelah selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada awal Juli 2026 lalu, sekolah yang terdiri dari jenjang SD, SMP hingga SMA ini telah siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar bagi 270 siswa yang berasal dari Kota Medan dan sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak, modern dan berstandar internasional. Program ini juga mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas pemerataan akses pendidikan.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri Dody.

SRT 2 Kota Medan berdiri di atas lahan seluas 6,01 hektare di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara. Sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa jenjang SD, serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Pada pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 kali ini, sekolah menerima peserta didik yang terdiri atas 60 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.

Kompleks sekolah dilengkapi dengan sarana prasarana berupa gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, laboratorium, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, guest house, kantin, dapur beserta instalasi pengolahan limbah, instalasi air bersih, lapangan upacara, sistem CCTV, serta fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer dan basket.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Guru Olahraga SRT 2 Kota Medan, Lastiar Pasaribu berterimakasih kepada Presiden Prabowo dan Kementerian PU atas dibangunnya SRT 2 Kota Medan dengan bangunan yang berkualitas dan sarana prasarana yang memadai.

“Di SR permanen ini kesiapan bangunan sudah baik. Kemudian untuk sarana prasarana seperti ruang kelas sudah dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk menampung kapasitas 30 siswa, serta sudah dilengkapi dengan papan tulis. Setelah MPLS selesai, para guru juga telah menyiapkan modul dan media interaktif yang dapat meningkatkan kemampuan anak untuk mengikuti pembelajaran matrikulasi nantinya,” kata Lastiar.

Keberadaan SR juga mendapatkan sambutan positif dari para orang tua dan siswa. Rike Sari, salah seorang wali murid dari Kecamatan Medan Helvetia, mengaku senang anaknya dapat bersekolah di SRT 2 Kota Medan.

“Saya sangat berterima kasih karena anak saya bisa diterima disini. Saya berharap anak saya bisa menjadi lebih pintar, lebih baik dan dapat mengembangkan bakat dan minatnya. Saya juga berterimakasih kepada pemerintah karena sudah membangun SR yang sangat besar, luas dan dengan fasilitas yang sangat baik. Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah mengusulkan SR ini karena telah membuat anak-anak yang tidak mampu dan orang tua yang pekerjaannya terbatas bisa bersekolah kembali,” ujarnya.

Tak kalah semangat, Fandi, salah seorang siswa SRT 2 Kota Medan jenjang SD juga mengaku senang dapat mengemban ilmu di sekolah yang memiliki sarana dan prasarana lengkap. Terlebih, SRT 2 Kota Medan juga dilengkapi dengan lapangan mini soccer yang dapat mendukung minat dan cita-citanya di masa mendatang.

“Saya senang karena sekolahnya bagus, cantik dan ada lapangan bolanya. Karena cita-cita saya menjadi pemain bola. Terima kasih Presiden Prabowo dan Kementerian PU sudah membangun SR,” pungkasnya.

Pembangunan SRT 2 Kota Medan dilaksanakan oleh PT Nindya Karya (Persero) bersama PT FYP melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp258 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026. Pekerjaan dilaksanakan selama 200 hari kalender dengan melibatkan sekitar 900 orang tenaga kerja. Kementerian PU berharap, fasilitas yang telah dibangun dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar secara optimal sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.(#PU608)

Berita Terkait

PWI Pusat Sosialisasikan Lima Peraturan Organisasi untuk Perkuat Tata Kelola dan Konsolidasi Nasional
Ratusan Siswa Antusias Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Sulsel, Fasilitas Lengkap Jadi Daya Tarik
Dukung Ketersediaan Air Minum Aman dan Sehat, SPAM Berteknologi Canggih Hadir di Akmil Magelang
Hadapi El Nino, P3TGAI Perkuat Irigasi dan Serap 11.369 Tenaga Kerja
Bendungan Sidan Perkuat Layanan Irigasi 9.598 Hektare, Dukung Swasembada Pangan di Bali
Kapolri Tegaskan Hubungan Polri dan Kejaksaan Harmonis, Bantah Isu Keretakan Antarpenegak Hukum
Bansos PKH Dan BPNT Untuk Triwulan Ketiga Cair Pada 20 Juli 2026
Satlantas Polres Purbalingga Gunakan Badut dan Wayang Sosialisasi Tertib Lalu Lintas saat MPLS
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:16 WIB

Punya Fasilitas Lengkap, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan Siap Sambut MPLS

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:37 WIB

PWI Pusat Sosialisasikan Lima Peraturan Organisasi untuk Perkuat Tata Kelola dan Konsolidasi Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:53 WIB

Ratusan Siswa Antusias Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Sulsel, Fasilitas Lengkap Jadi Daya Tarik

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:42 WIB

Dukung Ketersediaan Air Minum Aman dan Sehat, SPAM Berteknologi Canggih Hadir di Akmil Magelang

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:56 WIB

Hadapi El Nino, P3TGAI Perkuat Irigasi dan Serap 11.369 Tenaga Kerja

Berita Terbaru