DENPASAR – Perancang busana Indonesia, Meggie Hadiyanto, kembali memukau publik melalui pergelaran busana bertema budaya dalam acara Soft Opening Sira Village di Pulau Serangan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, Jumat (31/7/2026).
Setelah sukses memperkenalkan budaya Indonesia di panggung internasional melalui ajang New York Fashion Week 2017, Meggie kembali menghadirkan karya-karya yang sarat nilai budaya dan spiritualitas Nusantara.
Dalam pergelaran tersebut, Meggie menampilkan koleksi busana etnik yang terinspirasi dari delapan manifestasi dewi serta sosok Srikandi. Setiap rancangan tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga mengandung filosofi mendalam mengenai peran para dewi dalam menjaga keseimbangan alam semesta dan kehidupan manusia.
Delapan dewi yang menjadi inspirasi koleksi tersebut merupakan representasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yang diwujudkan melalui desain busana penuh warna, simbol, dan makna spiritual.
Dewi Lakshmi digambarkan sebagai simbol kemakmuran, keberuntungan, kecantikan, serta kekayaan materi dan spiritual. Dewi Saraswati merepresentasikan ilmu pengetahuan, seni, dan kebijaksanaan. Sementara Dewi Sri dikenal sebagai dewi padi, kesuburan, dan kemakmuran yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat agraris Bali.
Meggie juga menghadirkan sosok Dewi Danu sebagai lambang sumber kehidupan dan penguasa air serta danau, khususnya Danau Batur. Dewi Durga tampil sebagai simbol perlindungan, keberanian, dan kekuatan. Kemudian Bhatari Melanting yang dipercaya sebagai pelindung para pedagang dan pembawa kemakmuran.
Selain itu, Dewi Ratih dihadirkan sebagai perlambang kecantikan dan cinta kasih, sedangkan Madame Orient Pearl menjadi representasi perempuan dengan karakter penuh kasih, bijaksana, berani, peduli, dan memancarkan energi positif.
Tak hanya menghadirkan para dewi, Meggie juga menampilkan sosok Srikandi yang melambangkan perempuan Bali yang kuat, mandiri, dan berdedikasi. Karakter Srikandi menggambarkan perempuan yang mampu menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Mengusung tema “Turunnya Para Dewi di Pulau Dewata”, Meggie berharap kehadiran Sira Village dapat membawa energi positif, kemakmuran, kesejahteraan, serta keberuntungan bagi kawasan tersebut.
“Melalui karya ini, saya ingin menghadirkan pesan tentang kekuatan perempuan, keseimbangan alam, dan nilai-nilai budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali,” ungkap Meggie.
Peragaan busana tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian Soft Opening Sira Village, sekaligus mempertegas komitmen kawasan KEK Kura Kura Bali dalam mengembangkan destinasi yang memadukan unsur budaya, kreativitas, dan pariwisata berkelas internasional.












