BANJARNEGARA — Dalam upaya mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak dini, PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda) menyalurkan bantuan beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi di Kabupaten Banjarnegara.
Penyerahan beasiswa tersebut menjadi momen penting dalam rangkaian kegiatan OJK Goes to School sekaligus peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 yang berlangsung di Aula SMAN 1 Bawang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan edukatif ini digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Purwokerto berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, dengan melibatkan ratusan siswa perwakilan dari 50 sekolah di seluruh wilayah Banjarnegara.
Plt Direktur BPR BKK Mandiraja, D. Tritistanto Budiono, menyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan wujud kepedulian BPR BKK Mandiraja dalam mendorong kemajuan pendidikan lokal sekaligus menanamkan budaya finansial yang bijak sejak usia sekolah.
“Apresiasi ini kami berikan dengan harapan para siswa makin terpacu untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Lebih dari itu, kami berharap beasiswa ini memotivasi anak-anak agar makin giat menabung dan membiasakan diri mengelola keuangan secara bijak sejak dini demi masa depan yang lebih cerah,” ujar D. Tritistanto Budiono.
Kepala OJK Wilayah Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, memaparkan pentingnya pemahaman finansial bagi generasi muda guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Berdasarkan survei nasional, indeks literasi keuangan pelajar saat ini berada di angka 62,72, sementara indeks inklusinya telah mencapai 92,76.
“Gap antara inklusi dan literasi ini menjadi PR bersama. Banyak masyarakat maupun pelajar yang sudah memiliki akses keuangan, namun pemahaman dan pengelolaannya harus terus ditingkatkan agar tidak salah dalam mengambil keputusan finansial,” jelas Dina.
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, yang hadir membuka acara secara resmi, menyambut positif kontribusi aktif Perbankan dan OJK dalam mengedukasi generasi muda. Ia berpesan agar para siswa penerima beasiswa dapat menjadi agen perubahan atau duta literasi keuangan di sekolah masing-masing.
Di samping itu, Bupati Amalia mengingatkan para siswa dan guru untuk selalu waspada terhadap berbagai modus kejahatan finansial modern, seperti pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong.

“Jangan sampai niat hati ingin mendapatkan uang cepat, tetapi justru berujung pada kerugian dan terlilit utang. Pelajari ilmunya, pastikan lembaga jasa keuangannya resmi dan diawasi oleh OJK, serta jangan mudah tergiur iming-iming hasil di luar kewajaran,” Kata Bupati Amalia.
Sebagai penutup rangkaian acara di SMAN 1 Bawang, selain penyerahan beasiswa oleh BPR BKK Mandiraja dan penyampaian materi edukasi, para peserta juga mengikuti sesi interaktif Class of Financial Genius serta pendaftaran identitas kependudukan (KTP-el) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) bagi pelajar yang telah genap berusia 17 tahun.(**HR13)






