x

Bayi Umur 5 Bulan Harus Bolak-Balik ke Dokter Dampak Polusi Pembakaran Asap TPA

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 16:29 73 redaksi

BREBES, Beritafakta.id – Warga Dusun Kaliaur, Desa Larangan, Kabupaten Brebes, mendesak Pemerintah Kabupaten Brebes segera mengambil langkah untuk mengatasi polusi asap yang diduga berasal dari pembakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setempat.

Asap berwarna putih hingga kecokelatan disebut hampir setiap hari menyelimuti kawasan permukiman. Kepulan asap bahkan masuk ke rumah-rumah warga melalui ventilasi dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas serta kenyamanan masyarakat.

Kondisi tersebut telah dirasakan warga selama bertahun-tahun. Kekhawatiran semakin besar karena lokasi TPA berada tidak jauh dari permukiman dan fasilitas pendidikan yang menjadi tempat aktivitas anak-anak.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

Sri Wahyuningsih, warga RT 03 RW 07 yang akrab disapa Ayu, mengaku keluarganya menjadi salah satu yang terdampak kondisi tersebut.

Ibu dengan bayi berusia lima bulan itu mengatakan anaknya harus beberapa kali mendapatkan pemeriksaan medis karena mengalami batuk dan sesak napas.

“Asapnya betul-betul mengganggu sekali, Mas. Bertahun-tahun kami merasakannya. Anak saya yang masih bayi saja sudah dua kali dibawa ke dokter karena batuk dan sesak napas,” tutur Ayu saat ditemui awak media, Senin (14/9/2026).

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Menurut Ayu, persoalan asap bukan hanya dirasakan di dalam rumah. Aktivitas warga di sekitar TPA juga disebut terganggu akibat kepulan asap dan bau yang menyengat.

Di sekitar lokasi TPA, lanjutnya, terdapat warga yang kini mengalami gangguan pernapasan dan disebut menderita asma akut. Namun, kondisi tersebut masih memerlukan penjelasan dan verifikasi medis untuk memastikan keterkaitannya dengan paparan asap dari TPA.

Sekolah Ikut Terdampak

Persoalan semakin menjadi perhatian karena di seberang kawasan gundukan sampah terdapat gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Warga menyebut kepulan asap kerap muncul pada waktu aktivitas masyarakat dan sekolah berlangsung. Kondisi tersebut dinilai mengganggu proses belajar-mengajar karena asap dapat mengurangi jarak pandang serta menimbulkan rasa tidak nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Bagi warga, keberadaan fasilitas pendidikan yang berdekatan dengan kawasan pembuangan sampah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah.

Ayu juga mempertanyakan mengenai ketentuan tata kelola dan jarak aman fasilitas pengelolaan sampah terhadap permukiman.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan tersebut dari sisi keberadaan TPA, tetapi juga memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Warga Minta Bupati Turun Tangan

Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk menyampaikan keluhan. Ayu bahkan mengadukan persoalan tersebut melalui media sosial kepada Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma.

Ia berharap pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang selama ini dihadapi warga.

“Kami berharap pemerintah datang dan melihat langsung kondisi di sini. Jangan sampai kami terus-menerus menghirup asap seperti ini,” harapnya.

Warga menilai persoalan tersebut membutuhkan langkah konkret, terutama untuk memastikan pengelolaan sampah dilakukan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan gangguan terhadap kesehatan maupun aktivitas masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Brebes maupun Komisi III DPRD Kabupaten Brebes yang menjadi mitra kerja Dinas Lingkungan Hidup terkait keluhan warga tersebut.

Warga pun masih menunggu langkah pemerintah. Di tengah kepulan asap yang terus menghampiri permukiman, mereka berharap ada solusi nyata agar hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman tidak terus terabaikan.

(Rusmono)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x