GKR Hemas: Pelestarian Kebudayaan Harus Mulai Dari Akar Rumput

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id –  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI GKR Hemas mendukung pelestarian budaya dan pariwisata di Yogyakarta. Ia mengatakan pembinaan kebudayaan yang ada di kecamatan telah berkembang dengan program Pemerintah Provinsi DIY yaitu Desa Wisata dan Desa Budaya Mandiri. Desa budaya akan mendapatkan perangkat alat kesenian jika memenuhi empat kriteria yaitu memiliki kegiatan rutin pagelaran seni budaya, menciptakan atau memiliki kekayaan karya tari khas, aktif menggunakan dan melestarikan alat musik tradisional seperti gamelan, dan memiliki lembaga atau sanggar budaya yang terorganisir.

”Saya sudah bilang ke Dinas Kebudayaan bahwa Desa Budaya Mandiri itu harus punya gamelan per kecamatan, mungkin kriteria yang ditetapkan tersebut dirasakan berat,” ujar GKR Hemas dalam audiensi dengan Komisaris Utama Mandira Baruga Yogyakarta atau yang sebelumnya dikenal dengan Purawisata, di Kraton Kilen, Senin (21/7).

GKR Hemas mengatakan bahwa program tersebut bertujuan agar sanggar budaya di tingkat kecamatan bisa lebih aktif untuk mengikuti acara kebudayaan, salah satunya yaitu Festival Tari Konservasi Ramayana yang digelar oleh Ramayana Ballet Purawisata.

Pada kesempatan tersebut, Komisaris Utama Mandira Baruga Yogyakarta Ulla Nuchrawaty mengatakan bahwa Festival Tari Konservasi Ramayana telah diselenggarakan selama 3 tahun berturut-turut. Awalnya peserta yang ikut 8 sanggar, kemudian bertambah menjadi 15, dan terakhir sebanyak 31 sanggar yang berasal dari Provinsi Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Namun, Ulla Nuchrawaty menyayangkan kepesertaan sanggar dari kota Yogyakarta paling sedikit jumlahnya. ”Padahal ada puluhan sanggar di kota Yogyakarta, tahun keempat ini pesertanya paling sedikit Kota Yogyakarta, kalau Bantul banyak,” kata Ulla.

Ramayana Ballet Purawisata selama ini telah dikunjungi oleh 87 persen tamu dari mancanegara. Puncak Ramayana Ballet Purawisata akan dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2025.*

Berita Terkait

Pelatihan Keuangan KDKMP: 135 Pengurus Digenjot Kompetensi, Integritas Jadi Kunci
DPRD Banjarnegara Evaluasi APBD 2025, Ketergantungan fiskal jadi sorotan
Ratusan warga Desa Cikedung Lor Demo Dugaan Penyerobotan Tanah Kas Desa
Reskrim Polres Brebes, Ringkus Pelaku Karyawan Jual Sapi Majikannya di Banjarnegara
Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang
Muslimah Victoria Park Gelar Halalbihalal, Rajut Ukhuwah Lewat Tukar Kado dan Silaturahmi
Suhu Politik di Brebes Sempat Memanas Adanya Perang Terbuka, Kini Berangsur Mereda
Dipulangkan, Remaja asal Brebes Ditelantarkan Orang Tua di Rumah Kos Magelang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:13 WIB

Pelatihan Keuangan KDKMP: 135 Pengurus Digenjot Kompetensi, Integritas Jadi Kunci

Selasa, 21 April 2026 - 13:08 WIB

DPRD Banjarnegara Evaluasi APBD 2025, Ketergantungan fiskal jadi sorotan

Selasa, 21 April 2026 - 11:44 WIB

Ratusan warga Desa Cikedung Lor Demo Dugaan Penyerobotan Tanah Kas Desa

Senin, 20 April 2026 - 19:48 WIB

Reskrim Polres Brebes, Ringkus Pelaku Karyawan Jual Sapi Majikannya di Banjarnegara

Minggu, 19 April 2026 - 20:14 WIB

Dukung Program Asta Cita, BRAIN Gelar Edukasi Pencegahan Narkotika di Living Plaza Cikarang

Berita Terbaru