Kementerian Transmigrasi Advokasi Lahan Transmigran yang Mengalami Masalah

Kamis, 7 Agustus 2025 - 06:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari, Beritafakta.id – Saat memberi sambutan dalam ‘Rapat Koordinasi, Advokasi, dan Penguatan Kapasitas Stakeholder Perencanaan Kawasan Transmigrasi. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, mengatakan kepada 120 peserta rapat, tumpang tindih lahan kawasan transmigrasi tidak hanya dengan kawasan hutan namun juga dengan lahan milik pemerintah daerah, perusahaan swasta, PTPN, dan pihak lainnya. Akibat yang demikian maka terjadi berbagai persoalan terkait surat, dokumen, sertipikat, dan legalitas kepemilikan lainnya.

Diceritakan transmigran yang lahannya sudah berstatus SHM, tiba-tiba kawasan transmigrasi dimasukan dalam kawasan lain atau menjadi hak milik pihak lain, akibatnya status SHM menjadi masalah. Hal demikian menyebabkan terjadinya keresahan bagi transmigran sebab mereka sudah berpuluh-puluh tahun menempati kawasan itu. “Hidup mereka menjadi terancam”, ujarnya.

Masalah lahan yang dihadapi transmigran menurut Viva Yoga menjadi tanggung jawab Kementerian Transmigrasi untuk melakukan advokasi. “Hal semacam ini harus kita luruskan”, tegasnya. “Transmigran yang mengalami masalah pertanahan harus diberi bantuan hukum”, tambahnya.

Salah satu kebijakan yang telah dibuat akibat tumpang tindih lahan kawasan transmigrasi dengan kawasan hutan sebenarnya mengacu pada hasil Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Kementerian Transmigrasi yang digelar pada 30 Juni 2025. Dalam Kesimpulan disebut, Komisi V meminta Pemerintah untuk mengeluarkan seluruh kawasan hutan yang berada di kawasan transmigrasi harus dilepaskan status kawasan hutannya.

Selain mengacu pada hasil rapat dengan Komisi V, Kementerian Transmigrasi untuk menuntaskan masalah lahan ditempuh lewat program Transmigrasi Tuntas. Program ini mencari solusi dari masalah dengan mensinergikan kebijakan dengan kementerian lain terutama dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan. “Integrasi kebijakan akan memberikan solusi yang cepat”, ujarnya.

Selain itu meminta kepada Bappenas agar saat penyusunan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kementerian Transmigrasi dilibatkan. “Jangan hanya Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Kehutanan”, ujarnya. Diungkap Kementerian Transmigrasi memiliki 619 kawasan transmigrasi, 153 di antaranya adalah kawasan prioritas nasional. “Di sinilah pentingnya Kementerian Transmigrasi dilibatkan agar jangan sampai proses kebijakan negara menjadi masalah karena data spasial kurang cukup sehingga menyebabkan kebijakan itu tidak terintegrasi dengan baik”, ujar Wakil Ketua Umum PAN itu.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (purn.) Andi Sumangerukka, Viva Yoga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam rangka untuk merencanakan, mengadvokasi, tentang beberapa persoalan dan memetakan tentang kondisi riel lahan transmigrasi agar proses untuk pencapaian solusi tidak ada masalah terselesaikan dengan baik dan penataan terhadap rencana kawasan transmigrasi terintegrasi dengan kementerian yang lain.

Berita Terkait

Wabup Brebes Resmikan Dapur SPPG 03, Siap Produksi 2.500 Porsi Makan Bergizi Gratis Per Hari
Pemkab Brebes Salurkan 105.000 Benih Kakap Putih untuk Pokdakan, Perkuat Ketahanan Pangan
TNI dan Polisi Harus Bersama Tertibkan PETI di Kotanopan Demi Tepis Isu Konflik Keamanan.
Puncak Arus Mudik 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali, Polda Jateng Imbau Masyarakat Rencanakan Perjalanan Dengan Baik
Satma AMPI Madina Tantang Aparat Bongkar Dugaan PETI Kota Nopan, Jangan Ada Tebang Pilih Penegakan Hukum.
Pererat Silaturahmi, Satma AMPI Madina Bersama DPK STAIN Madina Berbagi Takjil untuk Masyarakat
DPD RI Cek Stok Bulog DIY, Pastikan Harga Pangan Terkendali Jelang Lebaran
Batu Raksasa Pascapanlongsor Masih Tutup Jalur Trenggalek–Ponorogo, Dua Rumah Warga Rusak.
Berita ini 23 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:36 WIB

Wabup Brebes Resmikan Dapur SPPG 03, Siap Produksi 2.500 Porsi Makan Bergizi Gratis Per Hari

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Brebes Salurkan 105.000 Benih Kakap Putih untuk Pokdakan, Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:44 WIB

TNI dan Polisi Harus Bersama Tertibkan PETI di Kotanopan Demi Tepis Isu Konflik Keamanan.

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:34 WIB

Puncak Arus Mudik 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali, Polda Jateng Imbau Masyarakat Rencanakan Perjalanan Dengan Baik

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:06 WIB

Satma AMPI Madina Tantang Aparat Bongkar Dugaan PETI Kota Nopan, Jangan Ada Tebang Pilih Penegakan Hukum.

Berita Terbaru