Jakarta — PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menempatkan Coal Blending Facility (CBF) Cilegon dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) sebagai fondasi strategis dalam membangun rantai pasok energi primer yang lebih kuat, adaptif, dan efisien.
CBF Cilegon, yang dioperasikan bersama Krakatau Bandar Samudra, mencatat peningkatan kapasitas blending dari 500 ribu metrik ton pada 2024 menjadi 1 juta metrik ton sepanjang 2025. Fasilitas ini juga menyiapkan ekspansi hingga 1,5 juta metrik ton per tahun. Dengan jarak dekat ke PLTU IPP Jawa 7, efisiensi logistik meningkat signifikan.
Assistant Senior Vice President PLN EPI, Tumindang Sinurat, menyebut bahwa blending menjadi solusi menjaga suplai MRC bagi PLTU di wilayah Jawa Bagian Barat. CBF juga diperkuat dengan stockpile besar sebagai pusat pengamanan pasokan.
Sementara itu, BAg memperluas layanan pelayaran dari Aceh hingga Papua dan terus melakukan efisiensi operasi. Teknologi Onshore Power Supply (OPS) yang diterapkan mampu mengurangi hampir 2.000 ton CO₂ per tahun, mendukung agenda transisi energi nasional.
Direktur Utama BAg, Tri Susanto, memastikan perusahaan berkomitmen terhadap digitalisasi logistik, efisiensi energi, serta penguatan layanan angkutan energi. Kombinasi kekuatan CBF dan BAg menjadikan PLN EPI lebih siap menjaga keandalan listrik sekaligus mengawal transformasi energi Indonesia.






