Dukung Ketahanan Energi, Pertamina EP Tingkatkan Produksi Lapangan Akasia Bagus

Rabu, 13 Agustus 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

beritafakta.id – Guna mensukseskan program Asta Cita pemerintah dalam mencapai ketahanan energi nasional, Subholding Upstream Pertamina fokus mengembangkan proyek strategis Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1, Lapangan Akasia Bagus. Lapangan Akasia Bagus merupakan wilayah kerja dari PT Pertamina EP yang merupakan afiliasi dari PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream Pertamina.

Stasiun Pengumpul Akasia Bagus didesain untuk mengolah minyak dan gas dengan kapasitas total sebesar 9.000 barel cairan per hari (BLPD) dan 22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Afwan Daroni, General Manager Zona 7 Regional Jawa menuturkan, upgrading fasilitas produksi akan dilengkapi dengan CO2 Removal Package dengan amine system (MDEA), Gas Dehydration Unit dan Thermal Oxidation (TOX). Tujuannya adalah untuk mengurangi kadar CO2, H2S dan air, agar sesuai spesifikasi penjualan gas yang termaktub dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) eksisting di wilayah Jawa Barat.

Plt. Direktur Utama PT Pertamina EP selaku Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, Muhammad Arifin mengatakan, sebelumnya Stasiun Pengumpul Akasia Bagus telah memenuhi kapasitas sekitar 1.750 BLPD dan 3 MMSCFD. “Melalui kreativitas dan intuisi kawan-kawan pekerja, ternyata menghasilkan jauh lebih besar daripada apa yang diprediksi di awal. Kami memohon doa dan dukungannya agar proyek ini segera terselesaikan dengan baik,” ujar Arifin.

Sementara itu Direktur Utama PHE Awang Lazuardi, berharap proyek pengembangan Stasiun Pengumpul Akasia Bagus berjalan lancar dengan tetap memastikan seluruh aspek penerapan budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) berjalan dengan baik.

“Kita harap di semester kedua 2025 project ini sudah onstream, sehingga kita dapat memonetisasi cadangan gas di lapangan Akasia Bagus dan berkontribusi pada peningkatan produksi migas Indonesia. Dan tentunya dengan kolaborasi yang baik, pengembangan stage 2 dari lapangan ini juga dapat diakselerasi,” ujarnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan komitmen Pertamina untuk mendukung Pemerintah mengejar target produksi Migas Nasional, demi ketahanan energi nasional dan mendukung swasembada energi. Pertamina melalui Subholding Upstream akan melakukan inovasi serta berbagai terobosan untuk mencari peluang peningkatan produksi migas.

“Pertamina telah mengalokasikan lebih dari 60 persen dana investasi untuk sektor hulu untuk menggenjot produksi migas Pertamina. Melalui ini, kami berharap dapat mendukung tercapainya target Asta Cita Pemerintah terutama dalam hal swasembada energi,”pungkas Fadjar.

Lapangan Akasia Bagus yang dioperasikan Pertamina EP Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, dikembangkan berdasarkan Plan of Development (POD) yang disetujui pada 27 Desember 2017 dengan mekanisme dua tahap, Stage 1 dan Stage 2 untuk meningkatkan keandalan fasilitas dalam menampung hasil produksi migas, dari kapasitas awal 1.750 BLPD dan 3 MMSCFD, menjadi 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD.

Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina terus berupaya meningkatkan angka produksi minyak dan gas bumi yang telah ditetapkan dalam rencana kerja, dan memastikan kehadirannya untuk turut andil dalam mewujudkan Asta Cita pemerintah, yaitu ketahanan energi.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandarisasi ISO 37001:2016.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.**

Berita Terkait

Epson Gandeng Disdikpora DIY Percepat Smart Classroom Berbasis AI
M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah
Epson Perkuat Pasar Cetak Tekstil dengan SC-F20030
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jaga Layanan
Kejar Target Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia , Konstruksi PLTP Dieng Unit 2 Resmi di Mulai
Akses Listrik Kian Merata, Menjangkau 96,2 Juta Pelanggan PLN se-Indonesia pada 2025
Di Tengah Dinamika Global, PLN Catat Pendapatan Rp582,68 Triliun Tahun 2025
Strategi Juragan Tahu Nono Hadapi Lonjakan Harga Dengan Kemauan, Kerja Keras & Jujur
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:25 WIB

Epson Gandeng Disdikpora DIY Percepat Smart Classroom Berbasis AI

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:38 WIB

M2N Studio Tumbuh dari Kegemaran Memotret, Kini Dipercaya Pelanggan dari Lampung hingga Jawa Tengah

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:04 WIB

Epson Perkuat Pasar Cetak Tekstil dengan SC-F20030

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:51 WIB

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jaga Layanan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WIB

Kejar Target Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia , Konstruksi PLTP Dieng Unit 2 Resmi di Mulai

Berita Terbaru