beritafakta.id — Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna, Zuli Zulkipli, S.H., menilai bahwa Republik Rakyat Cina merupakan salah satu negara yang berhasil menekan praktik korupsi secara signifikan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sistem hukum yang tegas, transparan, dan diterapkan tanpa pandang bulu, baik terhadap pejabat tinggi maupun masyarakat biasa.
Dalam keterangannya pada Sabtu (11/10/2025), Zuli menyampaikan bahwa ketegasan pemerintah Cina dalam menindak pelaku korupsi menjadi contoh nyata bagi negara lain dalam menegakkan hukum secara konsisten.
“Di Cina, pejabat tinggi sekalipun bisa dijatuhi hukuman berat jika terbukti korupsi. Ini yang menimbulkan efek jera dan membangun budaya bersih di pemerintahan,” ujarnya.
Zuli menjelaskan bahwa keberhasilan Cina menciptakan sistem pemerintahan yang relatif bebas korupsi berawal dari reformasi birokrasi menyeluruh. Pemerintah Cina tidak hanya fokus pada penindakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan internal dan penanaman nilai integritas sejak dini di kalangan aparatur negara.
“Mereka melakukan pembenahan dari akar. Bukan hanya menghukum, tapi juga membangun sistem yang menutup celah korupsi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Zuli menilai bahwa Indonesia seharusnya dapat belajar dari pengalaman Cina dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Ia menilai bahwa penegakan hukum di Indonesia masih lemah dan sering kali bersifat tebang pilih, sehingga menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.
“Jika Indonesia ingin keluar dari jerat korupsi, maka harus ada keberanian politik dan ketegasan hukum seperti di Cina. Jangan hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pembenahan sistem dan budaya kerja di semua level birokrasi,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Zuli Zulkipli, S.H. berharap semangat pemberantasan korupsi di Indonesia tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan.
“Kita semua harus ikut mengawasi penggunaan anggaran publik agar tercipta pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” pungkasnya.
Reporter: Haris Pranatha
Editor: Redaksi Berita Fakta






