Diduga Proyek Jaringan Irigasi di Desa Sindangjaya Bersumber dari APBD Provinsi Tidak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Beritafakta.id – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi pertanian yang ada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Kersana yang berbatasan dengan Banjar Lor mendapat sorotan. Pasalnya, proyek yang berasal dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah itu dianggap tidak memenuhi standar spesifikasi teknis (under spek).

Hal itu disampaikan oleh aktifis Yabpeknas Brebes Heri Tato kepada awak media, Rabu (22/10/2025). Ia menyebut, di lihat dari material yang digunakan, pekerjaan yang dianggarkan mencapai Rp.334.juta lebih itu sudah menyalahi. Itu terlihat di material batu yang digunakan.

Dimana rekanan dalam hal ini CV. Sahabat Dua Putra asal Kabupaten Tegal menggunakan batu cadas. Padahal, batu jenis cadas itu tidak masuk dalam standarisasi pekerjaan proyek irigasi yang dibiayai oleh negara. Seharusnya, kata dia, untuk pekerjaan milik pemerintah material batu yang digunakan harusnya menggunakan batu kali dengan perbandingan 30 persen batu blonos (bulat) 70 batu belah.

Selain itu, lanjut dia, dalam pengerjaanya juga tidak ada lantai dasar (b.nol) sesuai dengan teknik tersier minimal 10 centimeter dari lantai dasar. Disamping, dalam pengamatannya proyek tersebut juga menggunakan pasir urug atau ladon yang banyak terdapat di wilayah Banjarharjo.

Atas temuan itu, pihaknya menilai kalau pihak tekanan dalam hal ini CV. Sahabat Dua Putra telah melakukan kejahatan konstruksi. Pihaknya pun berharap agar pekerjaan tersebut untuk dibongkar, dan dilakukan pekerjaan ulang dari nol dengan tingkat pengawasan yang lebih ketat.

Kritik atas pekerjaan yang sama juga datang dari aktifis lainnya. Dimana dari hasil pengukuran kedalaman pekerjaan hanya berada di angka 45cm. Padahal berdasarkan informasi dari pekerja di lapangan, RAB dari proyek itu memiliki kedalaman 60 cm. “Kami menganggap kalau pekerjaan ini asal-asalan, tanpa mempertimbangkan kualitas pekerjaan,”ucap seorang aktifis lainnya. (Rusmono)

Berita Terkait

Batu Raksasa Pascapanlongsor Masih Tutup Jalur Trenggalek–Ponorogo, Dua Rumah Warga Rusak.
Sorotan Tajam Terhadap Kinerja Kejari Madina !!! Ketua DPD Pemuda LIRA Mandailing Natal Menilai Lamban dan Seolah Ada Dugaan di Tutup-tutupi Terkait Pemeriksaan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Madina.
Ketua LMP Mendesak KAJATISU Untuk Evaluasi Kinerja Plt KAJARI Mandailing Natal.
Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Jembatan Sitanggal Brebes Amblas dan Mengkuatirkan, Masyarakat Harap Segera Diperbaiki
Apreasasi Amankan 12 Ekscavator Backingan TNI, Polda Harus Tindak Termasuk Yang Dipayunginya
CAHAYA RAMADHAN DI BALIK TEMBOK KEBEBASAN,HARU DAN HARAPAN WARNAI PEMBUKAAN PESANTREN KILAT DI RUTAN BATAM
Martoyo DPRD Fraksi Gerindra Kawal Program Presiden untuk Dukung Pembangunan Banjarnegara.
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:44 WIB

Batu Raksasa Pascapanlongsor Masih Tutup Jalur Trenggalek–Ponorogo, Dua Rumah Warga Rusak.

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:37 WIB

Sorotan Tajam Terhadap Kinerja Kejari Madina !!! Ketua DPD Pemuda LIRA Mandailing Natal Menilai Lamban dan Seolah Ada Dugaan di Tutup-tutupi Terkait Pemeriksaan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Madina.

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:37 WIB

Ketua LMP Mendesak KAJATISU Untuk Evaluasi Kinerja Plt KAJARI Mandailing Natal.

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:54 WIB

Jembatan Sitanggal Brebes Amblas dan Mengkuatirkan, Masyarakat Harap Segera Diperbaiki

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:19 WIB

Apreasasi Amankan 12 Ekscavator Backingan TNI, Polda Harus Tindak Termasuk Yang Dipayunginya

Berita Terbaru