Semarang – Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya percepatan penanganan isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, dalam pelaksanaan pembangunan di Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 sekaligus Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (6/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut hadir Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, didampingi Kepala Bapperida Kota Tegal M. Ismail Fahmi.
Menurut Ahmad Luthfi, Musrenbang Provinsi merupakan forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, guna mewujudkan pembangunan Jawa Tengah yang berkelanjutan dan inklusif.
“Pembersihan sampah harus dilakukan secepatnya. Jawa Tengah harus menjadi pelopor gerakan nasional lingkungan yang aman, bersih, dan sehat,” tegasnya.
Selain isu lingkungan, Gubernur juga menyoroti sejumlah agenda strategis lainnya, antara lain target swasembada pangan tahun 2026, optimalisasi potensi pangan daerah, stabilisasi harga bahan pokok menjelang Ramadan melalui pembentukan Satgas Pangan, serta penertiban spanduk dan baliho ilegal sesuai arahan Presiden agar tidak merusak estetika lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memaparkan kondisi makro ekonomi Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat 5,37 persen, berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,11 persen, serta menempati peringkat kedua tertinggi secara nasional.
“Angka kemiskinan juga menurun menjadi 9,39 persen, atau berkurang sekitar 21 ribu jiwa,” ujarnya.
Meski demikian, Sumarno menegaskan masih terdapat sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian, seperti menurunnya daya dukung lingkungan, belum optimalnya kualitas sumber daya manusia, serta masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat.
Adapun prioritas pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 difokuskan pada penguatan tata kelola pariwisata, pengembangan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing, serta peningkatan kualitas SDM yang berkarakter dan kompetitif.
Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto, S.H., menegaskan Musrenbang menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembangunan tahun 2027, yang merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD.
“Tahun 2027 adalah tahun krusial. Kita harus memperkuat kesiapsiagaan, termasuk dalam pencegahan dan penanggulangan bencana,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan. Ia juga menyoroti masih tingginya angka putus sekolah di Jawa Tengah.
“Program cek kesehatan gratis harus terus diperkuat, dan koperasi Merah Putih perlu didorong melalui digitalisasi agar lebih terintegrasi dan berdaya saing,” katanya.
Di tingkat nasional, Iwan Kurniawan dari Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa RKPD 2027 harus mampu mengendalikan dan mengevaluasi capaian RPJMD secara efektif.
Sementara itu, Bernard Jayadi dari Bappenas menyampaikan arah kebijakan fiskal tahun 2027 akan lebih ekspansif dan terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan industrialisasi, dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal.
Ia juga memaparkan sejumlah program transformasi super prioritas Jawa Tengah 2027, di antaranya pengembangan kawasan metropolitan industri, kawasan swasembada pangan, air dan energi, kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penguatan komoditas unggulan daerah.(rus)






