Banjarnegara – BeritaFakta.id
Dataran Tinggi Dieng tidak hanya dikenal sebagai kawasan wisata alam dan religi, tetapi juga menyimpan potensi pertanian bernilai ekonomi dan kesehatan. Salah satunya berada di Desa Bakal, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, yang kini mulai mengembangkan Umbi Yakon sebagai komoditas unggulan sekaligus daya tarik wisata agro.
Umbi Yakon (Smallanthus sonchifolius) mulai dibudidayakan secara serius oleh masyarakat Desa Bakal sejak tahun 2015. Tanaman ini dikenal memiliki kandungan alami yang ramah bagi penderita diabetes, sehingga kerap dijuluki sebagai “tanaman insulin”. Sebelumnya, keberadaan Yakon sempat terabaikan karena minimnya pengetahuan warga terkait manfaat kesehatannya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bakal, Hermawan, mengatakan Yakon sebenarnya sudah lama tumbuh di wilayah tersebut, namun baru dikembangkan secara terencana setelah adanya hasil riset yang membuktikan manfaat kesehatannya.
“Dulu hanya ditanam di pinggir kebun dan sering dibuang. Setelah diketahui manfaat kesehatannya, kami mulai membudidayakan secara serius,” ujar Hermawan saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).
Saat ini, budidaya Yakon dipusatkan di kawasan Bosweisen yang dirancang sebagai kawasan wisata agro dan edukasi pertanian seluas sekitar 15 hektar. Selain Yakon, kawasan tersebut juga ditanami berbagai komoditas khas dataran tinggi Dieng seperti kopi, kol ungu, terung Belanda, dan sayuran hortikultura lainnya.
Dari sisi produksi, Hermawan menyebut terdapat sekitar 20 ribu batang Yakon siap panen dan 10 ribu batang dalam masa pertumbuhan. Setiap batang mampu menghasilkan umbi seberat 3 hingga 5 kilogram dengan masa tanam sekitar 6 sampai 7 bulan.
“Permintaan cukup tinggi. Sebagian kami kirim ke Jakarta dan sebagian dipasarkan secara daring,” jelasnya.
Umbi Yakon dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu per kilogram di tingkat petani. Nilai tersebut dinilai cukup menjanjikan dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa, terutama jika dikembangkan dalam skala lebih luas dan diolah menjadi produk turunan.
Secara kandungan, Umbi Yakon memiliki tekstur renyah dengan rasa manis alami dan dapat dikonsumsi mentah maupun diolah. Umbi ini mengandung Fruktooligosakarida (FOS) dan Inulin dalam kadar tinggi yang berfungsi sebagai prebiotik dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Selain itu, Yakon juga mengandung antioksidan, mineral, serta rendah kalori.
Meski sempat beredar berbagai klaim manfaat, Pokdarwis Desa Bakal menegaskan bahwa fokus utama pengembangan Yakon tetap mengacu pada hasil riset ilmiah, terutama manfaatnya dalam menjaga kadar gula darah dan mendukung kesehatan pencernaan.
Dengan potensi pertanian serta dukungan lingkungan alam Dieng, Desa Bakal kini diarahkan menjadi destinasi wisata agro berbasis edukasi dan kesehatan di Banjarnegara.
(Bas)






