TEGAL, BERITAFAKTA.ID – Puluhan prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif) 407/Padmakusuma diterjunkan langsung ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat (6/2/2026). Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Komandan Yonif 407/PK, Letkol Inf Sistiyanto, S.Hub., Int., sebagai bentuk respons cepat TNI membantu warga yang terdampak bencana alam.
Pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan struktural cukup parah dan dinilai tidak lagi aman untuk ditinggali. Guna mengantisipasi risiko lanjutan serta mencegah jatuhnya korban jiwa, prajurit Yonif 407/PK bersama unsur BPBD, Polri, serta relawan bahu-membahu melakukan evakuasi barang milik warga menuju lokasi yang lebih aman.
Dalam keterangannya di lokasi, Letkol Inf Sistiyanto menegaskan bahwa kehadiran TNI merupakan bentuk tanggung jawab moral dan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kami hadir untuk memastikan keselamatan warga serta meringankan beban mereka. Fokus kami membantu evakuasi barang-barang penting dan memastikan proses pemindahan ke tempat pengungsian berjalan aman dan tertib,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi medan yang cukup sulit karena struktur tanah masih labil. Meski demikian, sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat terlihat kuat. Warga bersama personel TNI saling membantu mengangkut perabot rumah tangga, logistik, hingga material bangunan yang masih dapat diselamatkan.
Kepala Desa Padasari mengapresiasi respons cepat dan keterlibatan langsung Yonif 407/PK di tengah kondisi darurat. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan psikologis bagi warga yang terdampak.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Tenaga mereka sangat dibutuhkan karena banyak rumah yang harus segera dikosongkan demi keselamatan,” ungkapnya.
Yonif 407/PK juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif berpotensi memicu pergerakan tanah susulan.
Red: Jateng






