Brebes, beritafakta.id– Program Nakes Door to Door yang jadi andalan Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, belum sepenuhnya menyentuh semua warga. Di balik ambisi program yang ingin “menjemput bola”, masih ada yang terlewat—dan kisah Sudibyo jadi potret yang cukup menampar.
Sudibyo (35), warga RT 01 RW 01 Jalan Masjid Jami Baitul Mutaqien, Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, kini berjuang melawan kondisi tubuhnya sendiri. Di saat berbagai program kesehatan terus digulirkan, kondisinya justru seperti terselip di antara prioritas.
Beralih ke kondisi di lapangan, sang istri, Tusripah (31), menyampaikan langsung kegelisahannya saat awak media menemuinya di rumah, Kamis (26/03/2026). Sudibyo yang dulu menjadi tulang punggung keluarga, kini tak lagi mampu beraktivitas normal.
Lebih lanjut, Tusripah menjelaskan bahwa suaminya sempat menjalani perawatan di RSUD Brebes. Tim medis melakukan operasi tumor di bagian bawah kelamin. Namun, harapan yang sempat muncul justru berubah arah—kondisi Sudibyo malah semakin memburuk setelah operasi.
“Sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. Bagian perut tepatnya di daerah bawah (puser) dan sisi samping perut mengalami kondisi bocor. Kondisi ini membuat suami saya sangat tidak nyaman dan membutuhkan penanganan segera dari tenaga kesehatan profesional,” ujar Tusripah dengan nada cemas.
Situasi Makin Rumit Ketika Keterbatasan Ekonomi Ikut Menekan.
Keluarga ini tidak memiliki cukup biaya untuk kembali berobat ke rumah sakit. Sudibyo yang seharusnya mencari nafkah untuk tiga anaknya, kini hanya menjalani perawatan tradisional seadanya.
“Kita tidak punya pilihan lain karena biaya perawatan di rumah sakit tidak murah, sementara uang yang ada hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari anak-anak,” tambah Tusripah.
Di sisi lain, program Nakes Door to Door sebenarnya hadir untuk menjangkau warga dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Program ini menargetkan masyarakat yang terkendala jarak maupun ekonomi. Namun, dalam kasus Sudibyo, program tersebut belum juga menyentuh kebutuhan mendesak yang ia alami.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, langsung merespons saat awak media menghubunginya melalui sambungan telepon. Ia memastikan dinas segera mengambil langkah konkret.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Puskesmas Siwuluh untuk menangani kasus ini. Koordinasi tersebut bertujuan agar tim medis segera memeriksa kondisi Sudibyo dan memberikan penanganan yang dibutuhkan.
Hingga berita ini terbit, awak media belum menerima perkembangan terbaru terkait penanganan Sudibyo. Kasus ini kembali mengingatkan bahwa di balik program yang tampak rapi, masih ada warga yang menunggu aksi nyata di lapangan. (RED/Rusmono).
Penulis : RUSMONO
Editor : YUDI PURWANTO






