Lebaran Golok Setu Babakan: Tradisi Tak Sekadar Tajam, Tapi Penuh Makna yang Dalam

Minggu, 12 April 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, beritafakta.id- UPK Setu Babakan menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan warisan budaya Nusantara dengan menjadi tuan rumah acara Lebaran Golok.

Kegiatan ini tak sekadar seremoni, ia menyala seperti bara yang sengaja dijaga agar tak padam di tengah terpaan zaman.

Selanjutnya, Komunitas Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) menginisiasi rangkaian “Goes to UNESCO” dan menggandeng UPK Setu Babakan sebagai mitra.

Kolaborasi ini berhasil menghadirkan suasana meriah dengan kehadiran berbagai komunitas dari sejumlah wilayah. Mereka tak hanya datang membawa golok, tetapi juga membawa cerita tentang sejarah yang enggan dilupakan.

Para peserta memamerkan beragam jenis golok di area Amphitheater. Ukurannya bervariasi, mulai dari 20 cm hingga mencapai satu meter. Setiap bilah tersusun rapi, seolah berbicara tanpa suara: tentang identitas, tentang warisan yang tak ingin hilang begitu saja.

Golok, Lebih dari Sekadar Senjata

Kemudian, panitia menggelar acara ini pada Minggu, 12 April 2026. Wali Kota Bogor turut hadir bersama sejumlah tokoh yang menginisiasi kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menegaskan bahwa budaya tak boleh sekadar menjadi pajangan, budaya harus hidup dan terus bergerak.

Golok bukan hanya alat tradisional masyarakat Nusantara. Golok mencerminkan keteguhan, kearifan lokal, dan karakter yang membentuk jati diri bangsa. Setiap ukiran pada bilahnya menyimpan filosofi yang tetap relevan, meski zaman terus berubah.

Di tengah arus globalisasi, masyarakat tak boleh larut dalam kenyamanan masa kini. Kita harus menjaga dan merawat warisan budaya bangsa, agar sejarah tidak pudar seperti jejak yang terhapus hujan.

“Mari kita menjaga dan merawat warisan budaya bangsa. Kita jaga sejarah dan kita wariskan kepada generasi penerus bangsa.”

Harapan untuk Museum Golok Nusantara

Sementara itu, pengurus GPSN, Bapak Rizal bersama Bapak Teguh selaku ketua pelaksana Lebaran Golok, menyampaikan harapan besar dari kegiatan ini. Mereka mendorong hadirnya ruang khusus yang dapat menampung koleksi golok dalam bentuk museum.

Mereka menilai museum golok akan berperan penting sebagai sarana edukasi bagi generasi penerus. Tempat itu nantinya tak hanya menyimpan benda, tetapi juga menyimpan makna—agar sejarah tetap hidup dan tidak perlahan menghilang.

Penulis : Indra Bagol

Editor : Yudi Purwanto

Berita Terkait

Hadiri Pembukaan Piala Presiden 2026, Mendagri Harap Jadi Hiburan dan Dongkrak Ekonomi Rakyat
Keributan di Jalan Tambak Menteng Berujung Bentrokan, Gerobak Pedagang Nasi Uduk Jadi Sasaran Perusakan
Dukung Pendidikan Karakter, BPR BKK Mandiraja Dukung Program Penguatan Integritas Siswa Antikorupsi di Banjarnegara
Penanganan Darurat di Bendung Karet Welahan Bum Jepara Jaga Pasokan Air Irigasi
BAZNAS Kota Tangerang Cetak Rekor ZIS Rp16,5 Miliar, Peringkat 2 Nasional
Bendungan Jlantah Karanganyar Siap Jaga Ketersediaan Air Saat Musim Kemarau
Peringati Hari Anak Nasional, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen DKI Wujudkan Jakarta Kota Ramah Anak
Brebes Bersiap Jadi Sentra Susu Nasional, Mentan Resmikan Pembangunan Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:19 WIB

Hadiri Pembukaan Piala Presiden 2026, Mendagri Harap Jadi Hiburan dan Dongkrak Ekonomi Rakyat

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:38 WIB

Keributan di Jalan Tambak Menteng Berujung Bentrokan, Gerobak Pedagang Nasi Uduk Jadi Sasaran Perusakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:07 WIB

Dukung Pendidikan Karakter, BPR BKK Mandiraja Dukung Program Penguatan Integritas Siswa Antikorupsi di Banjarnegara

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:52 WIB

Penanganan Darurat di Bendung Karet Welahan Bum Jepara Jaga Pasokan Air Irigasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:26 WIB

BAZNAS Kota Tangerang Cetak Rekor ZIS Rp16,5 Miliar, Peringkat 2 Nasional

Berita Terbaru