Buronan Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Fakta – Pelarian pendiri pondok pesantren di Kabupaten Pati berinisial Ndholo Kusumo akhirnya kandas di tangan polisi. Tersangka kasus dugaan pemerkosaan puluhan santriwati itu ditangkap di wilayah Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (7/5) dini hari.

Setelah sempat berpindah kota seperti bayangan yang mencari celah gelap, langkah tersangka akhirnya terhenti di ujung operasi gabungan aparat.

Petugas gabungan dari Polresta Pati dan Jatanras Polda Jawa Tengah menangkap tersangka sekitar pukul 04.00 WIB. Polisi langsung menggiring tersangka dengan tangan terborgol tali. Ia tampak mengenakan baju batik dan jaket kulit hitam saat keluar dari lokasi persembunyiannya.

Setelah penangkapan, polisi membawa tersangka ke Polsek Purwantoro untuk menjalani pemeriksaan awal. Selanjutnya, aparat langsung membawa tersangka menuju Polresta Pati guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Setelah kami tangkap, selanjutnya tersangka kita bawa ke Polresta Pati untuk menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan pencabulan santriwati di Ponpes Ndolo Kusumo tersebut,” kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Pati, Dika Hadiyan Widya Wiratama, Kamis (7/5).

Sementara itu, polisi mulai mengurai jejak pelarian tersangka yang terbilang panjang. Berdasarkan keterangan sementara, tersangka kabur setelah penyidik menetapkannya sebagai tersangka kasus pemerkosaan santriwati pada 28 April 2026. Sejak saat itu, tersangka memilih menghilang dan memutus komunikasi, bahkan kuasa hukum serta keluarganya mengaku kehilangan kontak.

Selain itu, tersangka juga mangkir dari jadwal pemeriksaan pada Senin (4/5). Polisi lalu bergerak mengejar keberadaannya yang terus berpindah-pindah bak jarum di tumpukan jerami.

Menurut Dika, tersangka sempat bersembunyi di beberapa daerah. Polisi mencatat rute pelariannya mulai dari Kudus, Bogor, Jakarta, Solo, hingga akhirnya berakhir di Wonogiri.

“Dalam pelariannya tersangka tidak hanya berada di satu tempat,” ujar Dika.

Di sisi lain, polisi menduga tersangka tidak bergerak sendirian selama pelarian. Aparat mencium adanya pihak lain yang ikut membantu atau menemani tersangka berpindah dari satu kota ke kota lain. “Nanti kita periksa lebih lanjut,” imbuhnya.

Berita Terkait

Pasca Pemberitaan Absensi Fiktif 3.000 ASN Brebes, Ini Tanggapan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Pemprov dan Pemkab Brebes Keroyok Kemiskinan Ekstrem, Pendidikan hingga Pangan Jadi Prioritas
Komitmen Lindungi Warga, Pemkab Brebes Percepat Pengendalian Banjir Sungai Babakan
Kasus Kiai Cabul di Pati Kronologi, Modus, dan Fakta Mengejutkan di Balik Puluhan Korban.
Pemprov DKI Anggarkan Rp3,9 Miliar untuk Tebus 2.026 Ijazah Siswa pada 2026
700 Calon Mahasiswa Baru UNTARA Ikuti Open House Gelombang 1
Hari Buruh, Polres Purbalingga Sediakan Layanan Kesehatan, Perpanjangan SIM dan Samsat Keliling
Sentuhan Humanis Polwan di Tengah Aksi Buruh, Bagikan Bunga dan Bangun Dialog
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:04 WIB

Pasca Pemberitaan Absensi Fiktif 3.000 ASN Brebes, Ini Tanggapan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:59 WIB

Pemprov dan Pemkab Brebes Keroyok Kemiskinan Ekstrem, Pendidikan hingga Pangan Jadi Prioritas

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:53 WIB

Buronan Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:16 WIB

Kasus Kiai Cabul di Pati Kronologi, Modus, dan Fakta Mengejutkan di Balik Puluhan Korban.

Senin, 4 Mei 2026 - 12:15 WIB

Pemprov DKI Anggarkan Rp3,9 Miliar untuk Tebus 2.026 Ijazah Siswa pada 2026

Berita Terbaru