Banjarnegara, Beritafakta.id – Harapan masyarakat wilayah utara Kecamatan Punggelan terhadap perbaikan infrastruktur jalan akhirnya mulai menemukan titik terang. Ruas jalan Kecamatan Lama–Kalisat–Tangkisan, Kabupaten Banjarnegara, yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan, kini masuk dalam prioritas penanganan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2026.
Jalur tersebut selama ini menjadi akses vital masyarakat, tidak hanya sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menopang aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan pemerintahan. Kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim penghujan.
Seorang warga Kecamatan Punggelan yang enggan disebutkan namanya mengaku kerusakan jalan sudah lama dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, permukaan jalan yang mulai tergerus serta munculnya batu-batu pada badan jalan membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
“Kalau memang segera diperbaiki, itu memang harapan kami sejak dulu. Terima kasih kepada Bupati Banjarnegara karena sudah memprioritaskan jalan ini untuk diperbaiki,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, kondisi jalan menjadi semakin rawan ketika hujan turun, terlebih penerangan jalan di kawasan tersebut masih sangat minim.
“Kalau hujan harus benar-benar hati-hati. Kerusakan jalannya sudah kelihatan sekali, bahkan dasar batu jalannya muncul. Kalau malam juga gelap karena lampu penerangan masih kurang,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi Golkar, Agus Junedi, mengatakan usulan perbaikan ruas jalan tersebut sebenarnya sudah disampaikan dalam pembahasan Musrenbang Kecamatan Punggelan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, keterbatasan anggaran membuat realisasi proyek harus dilakukan secara bertahap.
Menurut Agus, pada perubahan anggaran tahun 2025 sempat muncul peluang penanganan, tetapi alokasi anggaran dinilai belum cukup maksimal untuk menyelesaikan kerusakan secara menyeluruh. Karena itu, pembahasan kemudian diarahkan pada anggaran tahun 2026 dengan nilai yang lebih besar.
“Sebenarnya saat perubahan tahun 2025 ada peluang, tetapi anggarannya sekitar Rp500 juta dan itu tanggung. Akhirnya saya memilih didorong di tahun 2026 supaya pembahasannya lebih besar,” jelasnya.
Ia menerangkan, anggaran sekitar Rp800 juta dialokasikan untuk penanganan ruas Tangkisan–Kalisat yang melintasi Balai Desa, sedangkan sekitar Rp2,5 miliar dialokasikan untuk ruas Kecamatan Lama. Namun demikian, kenaikan harga aspal disebut berdampak terhadap volume pekerjaan yang nantinya bisa direalisasikan.
“Dulu targetnya sebelum harga aspal naik, pengerjaannya bisa lebih panjang. Tetapi karena harga aspal naik luar biasa, otomatis harus dievaluasi lagi,” katanya.
Agus juga menegaskan proses evaluasi dan tahapan lelang saat ini sedang berjalan. Ia berharap pengerjaan fisik bisa segera dimulai karena ruas tersebut merupakan jalur penting bagi aktivitas masyarakat.
“Ini jalur lalu lalang pelajar SMP dan SMK, akses menuju kantor kecamatan dan pasar juga. Karena sudah proses lelang, harapannya bulan Agustus sudah rampung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa usulan peningkatan jalan tersebut sebenarnya telah diperjuangkan sejak beberapa tahun lalu. Namun, kebijakan refocusing anggaran dan adanya pemangkasan dana dari pemerintah pusat membuat besaran anggaran yang diterima belum sesuai kebutuhan awal.
“Awalnya target sekitar Rp4 sampai Rp4,5 miliar, tetapi akhirnya hanya mendapat Rp2,5 miliar karena banyak titik yang juga harus ditangani, ditambah adanya pemangkasan dari pusat,” terangnya.
Terkait pemeliharaan jalan, Agus menilai Pemerintah Daerah perlu menyiapkan alokasi anggaran yang lebih ideal agar kerusakan tidak semakin parah sebelum dilakukan penanganan besar.
“Dalam rapat-rapat juga sering kami sampaikan, dana pemeliharaan jalan harus ideal. Pemerintah harus punya data pasti






