Rombongan Ditbinmas Polda Metro Jaya yang diwakili Paur Binorsosmas Subdit Pokmas IPTU Sigit Purnomo didampingi AIPDA Roby MSD selaku Bhabinkamtibmas Lubang Buaya Polsek Cipayung, disambut langsung oleh Ketua Umum Laskar Sangidu Putih Lamin Sumarlan, Wakil Ketua Umum Izoel Ramos, Sekretaris Jenderal Achmad Daroni ST, Pembina Umum Munif, serta Ketua DPD DKI Jakarta Munawir.
Turut hadir pula jajaran pengurus DPC dari berbagai wilayah, di antaranya Ketua DPC Jakarta Selatan Yaman Ibrahim dan Ketua DPC Tangerang Kota Musah, bersama puluhan anggota Laskar Sangidu Putih dari wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang.
Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Wakil Ketua Umum sekaligus pembawa acara, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal organisasi.
Dalam sambutannya, IPTU Sigit Purnomo menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Global Residence Index 2026 yang dirilis setiap April, Kota Jakarta menempati peringkat kedua kota paling aman di Asia Tenggara setelah Singapura, mengungguli Kuala Lumpur dan Bangkok.
“Keberhasilan ini tercipta melalui kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga memaparkan program “4 Pilar Jaga Jakarta” yang diinisiasi Polda Metro Jaya, meliputi menjaga warga, menjaga lingkungan, menjaga aturan, dan menjaga amanah. Program tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya dalam menciptakan keamanan di wilayah DKI Jakarta.
Selain itu, IPTU Sigit Purnomo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks di media sosial serta tetap waspada terhadap maraknya praktik penipuan daring.
Sementara itu, Ketua Umum Laskar Sangidu Putih Lamin Sumarlan menegaskan bahwa organisasinya bukanlah kelompok premanisme.
“Kami mengutamakan negosiasi daripada emosi. Saya pastikan seluruh anggota bebas narkoba dan minuman keras. Organisasi ini dibentuk untuk menjaga kampung dan menjaga ulama,” tegasnya.
Ia juga menyebut keterlibatan anggota Laskar Sangidu Putih dalam berbagai kegiatan pengamanan, termasuk peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2026. Bahkan, sekitar 50 anggota organisasi tersebut telah terdaftar resmi sebagai anggota Sabuk Kamtibmas Polda Metro Jaya.
“Kami siap menjadi mitra Polri dalam menjaga kondusivitas keamanan Jakarta. Dengan menjaga Jakarta, maka akan tercipta lingkungan yang aman dan nyaman,” tambahnya yang disambut yel-yel semangat dari para anggota.
Diketahui, Laskar Sangidu Putih telah berdiri selama lima tahun dan dikenal sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan dan kebudayaan. Nama “Sangidu” sendiri dimaknai sebagai semangat menyatukan serta menghindari gesekan dengan organisasi masyarakat lainnya.
Berangkat dari karakter masyarakat asli Lubang Buaya yang menjunjung nilai religiusitas dan persaudaraan, organisasi ini mengedepankan harmonisasi serta kebersamaan dalam menjaga lingkungan dan keamanan wilayah.






