Menjelang Iduladha, Ratusan Juru Sembelih Halal Banjarnegara Ikuti Apel Akbar dan Juleha Fest 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA —Untuk memastikan jaminan kehalalan dan kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat, ratusan juru sembelih yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (DPD Juleha) Kabupaten Banjarnegara menggelar Apel Akbar dan Juleha Fest 2026.

Acara yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara pada Selasa, 19 Mei 2026 ini menjadi momentum penting dalam mengedukasi masyarakat, terutama menjelang hari raya Iduladha yang identik dengan penyembelihan hewan kurban dalam skala besar.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, Banjarnegara menyembelih hampir 5.000 ekor sapi serta lebih dari 7.000 ekor kambing dan domba. Dengan volume penyembelihan yang begitu tinggi, kehadiran juru sembelih yang kompeten dan tersertifikasi menjadi sangat krusial agar prosesi ibadah kurban berjalan sesuai dengan syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan pangan.

Ketua DPD Juleha Banjarnegara, Saefurohman, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan masyarakat mengenai kehalalan produk daging yang beredar. Merujuk pada Undang-Undang RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, negara wajib memberikan perlindungan kehalalan atas produk yang dikonsumsi masyarakat.

Untuk itu, Juleha Banjarnegara berkomitmen melahirkan juru sembelih yang mampu menghasilkan daging dengan standar ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Seluruh kompetensi ini didasarkan pada Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 serta Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) tahun 2022.

Sejak resmi dikukuhkan pada akhir tahun 2023 dan diakui sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) melalui SK Bupati Banjarnegara pada Januari 2025, DPD Juleha Banjarnegara terus bergerak aktif.

Hingga kini, mereka telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) sebanyak 19 kali dengan total anggaran mencapai 543 juta rupiah.

Program pembinaan intensif ini berhasil melahirkan 1.068 alumni juru sembelih halal yang bersertifikasi dan siap diterjunkan ke tengah masyarakat.

Dalam sambutannya mewakili Bupati Banjarnegara, Wakil Bupati Wakhid Jumali memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Juleha Banjarnegara.

Ia menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam proses penyembelihan, yang ia sebut sebagai prinsip “Asah, Asih, dan Asuh”.

Prinsip “Asah” menginstruksikan para juru sembelih untuk memastikan peralatan yang digunakan, terutama pisau, dalam kondisi yang sangat tajam agar tidak menyiksa hewan.

Sementara prinsip “Asih” menekankan penerapan nilai berperikehewanan atau kesejahteraan hewan (animal welfare) saat proses merobohkan dan menyembelih.

Terakhir, prinsip “Asuh” wajib diterapkan agar daging yang dihasilkan benar-benar higienis, halal, dan aman dikonsumsi.

Wakhid Jumali juga mengingatkan bahwa dari ujung bilah pisau para penyembelih inilah status daging ditentukan apakah akan menjadi hidangan yang halal dan berkah, atau justru menjadi bangkai yang haram.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Adi menyatakan jika DPPKP Banjarnegara menyambut baik wacana pembentukan kader Juleha hingga ke tingkat RT atau takmir masjid di setiap desa.

Ke depan, program bimbingan teknis diharapkan dapat didelegasikan ke tingkat desa agar setiap wilayah memiliki petugas penyembelihan yang terlatih secara mandiri.

Kemeriahan Apel Akbar dan Juleha Fest ini juga dilengkapi dengan serangkaian kegiatan edukatif dan interaktif. Para peserta dan masyarakat yang hadir disuguhi demonstrasi penyembelihan kambing yang dilanjutkan dengan teknik boning atau pengulitan hingga pemisahan tulang secara profesional.

Ada pula peragaan metode merobohkan sapi secara humanis dan berperikehewanan tanpa menyakiti fisik hewan.

Tidak kalah penting, panitia menyelenggarakan edukasi pemeriksaan post-mortem (setelah disembelih) dan ante-mortem (sebelum disembelih) untuk mendeteksi kesehatan daging dan organ dalam, seperti hati, agar layak konsumsi manusia.

Acara kemudian ditutup dengan layanan asah pisau gratis, pemeriksaan kelaikan bilah pisau, serta bazar pisau lokal yang menarik perhatian banyak pengunjung.(Ahr)

Berita Terkait

Dishub Banjarnegara Gerak Cepat Perbaiki PJU Jalur Susukan–Banyumas, Warga Apresiasi Respons Aduan
Perkuat Ekosistem Halal, Pemkab Brebes Gelar Gerakan Juleha Sadesa
Rapat Paripurna DPRD Indramayu Bahas Alih Status RSUD M.A. Sentot Patrol dan Penyertaan Modal BPR
Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Klarifikasi Dugaan Pemerasan Anggota yang Viral di Media Sosial
SAH, Pengurus KADIN Tangerang Selatan Secara Resmi Dilantik, Ketua Marhadi : “Mari Kita Tingkatkan UMKM Supaya Adanya Perkembangan Ekonomi TangseL
Sinergi Selatan Jateng Jadi Sorotan di Rembug Pembangunan Banjarnegara
Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau GPM dan Speling di Banjarnegara, Warga Dapat Akses Pangan Murah dan Layanan Kesehatan Gratis
162 Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di Brebes, Siap Dukung Program MBG dan UMKM
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:05 WIB

Menjelang Iduladha, Ratusan Juru Sembelih Halal Banjarnegara Ikuti Apel Akbar dan Juleha Fest 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:34 WIB

Dishub Banjarnegara Gerak Cepat Perbaiki PJU Jalur Susukan–Banyumas, Warga Apresiasi Respons Aduan

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:59 WIB

Perkuat Ekosistem Halal, Pemkab Brebes Gelar Gerakan Juleha Sadesa

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:41 WIB

Rapat Paripurna DPRD Indramayu Bahas Alih Status RSUD M.A. Sentot Patrol dan Penyertaan Modal BPR

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:18 WIB

Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Klarifikasi Dugaan Pemerasan Anggota yang Viral di Media Sosial

Berita Terbaru